Sindrom Musim Ketiga, Kutukan yang Bayangi Jose Mourinho Setelah Genoa vs Roma 4-1
JAKARTA, investortrust.id – Jose Mourinho dibayangi sindrom musim ketiga setelah Genoa vs Roma berakhir 4-1. Ini adalah sejenis kutukan yang selalu mengikuti pelatih asal Portugal itu di musim ketiga bersama klub asuhannya.
AS Roma di awal musim 2023/2024 benar-benar kacau. Serigala Ibu Kota Italia mencatatkan hasil-hasil mengecewakan. Sebelum dikalahkan Genoa 1-4 pada laga terbaru Jumat (29/09/2023) dini hari WIB, AS Roma menderita rentetan hasil kurang memuaskan di Serie A Italia.
Pada 20 Agustus 2023, AS Roma mengawali musim dengan imbang 2-2 melawan Salernitana. Kemudian, dikalahkan Hellas Verona 1-2 dan AC Milan 1-2. Sempat menang 7-0 lawan Empoli, AS Roma Kembali ke hasil minor saat imbang 1-1 dengan Torino. Yang terbaru, dikalahkan Genoa.
Hasil Genoa vs Roma memunculkan Kembali kekhawatiran dari para penggemar tentang sindom musim ketiga. Ini adalah fakta terkait The Special One yang selalu meraih hasil buruk di musim ketiga bersama klub yang dilatihnya.
Baca Juga
Genoa vs Roma 4-1, Klubnya Jose Mourinho Terancam Masuk Zona Degradasi
Lihat saja saat Jose Mourinho meninggalkan Chelsea atas persetujuan bersama pada September 2007. Itu terjadi hanya beberapa hari memasuki musim ketiga setelah bergabung dari FC Porto pada 2004. Dia pergi setelah memenangkan Liga Premier Inggris, Piala FA, dan Piala Liga.
Hal yang sama terjadi Bersama Inter Milan. Jose Mourinho memenangkan treble winners bersama I Nerazzurri pada 2009/2010. Lalu, dia hengkang setelah hanya dua tahun di San Siro.
Pengalaman Jose Mourinho di Real Madrid juga berlangsung selama tiga musim. Tapi, periode ketiganya gagal total.
Jose Mourinho kemudian kembali ke Chelsea setelah pergi dari Spanyol. Di London Barat, ahli taktik asal Portugal mengangkat trofi Liga Premier 2014/2015. Tapi, dipecat pada Desember 2015, di pertengahan musim ketiganya. Sementara di Manchester United, hubungannya rusak di pertengahan musim kedua.
Bersama AS Roma, Jose Mourinho disambut sebagai pahlawan pada 2021/2022 ketika menjuarai Liga Conference Europa. Jose Mourinho nyaris mengulanginya musim panas lalu di final Liga Europa. Sayang, AS Roma harus mengakui keunggulan Sevilla melalui drama adu penalti.
Kini, di musim ketiga bersama AS Roma, hasil sementara kurang bagus. “Ini merupakan yang terburuk dalam karier saya. Tapi, saya juga berpikir ini adalah pertama kalinya Roma memainkan dua final Eropa berturut-turut,” ujar Jose Mourinho saat menjawab pertanyaan soal hasil buruk klubnya, kepada DAZN.
“Kami tidak punya waktu untuk menangis. Kami bisa menangis dalam hati, karena itu menyakiti hati kami, terutama bagi saya karena hubungan saya dengan fans Roma. Tapi, besok kami akan kembali bekerja. Pertandingan berikutnya bernilai tiga poin,” ungkap Jose Mourinho.
Baca Juga
Bahaya! Barcelona Terancam Hukuman Berat Terkait Skandal Suap Wasit

