Cegah Dampak Konflik di Gaza, Tottenham Hotspur Larang Pengibaran Bendera Negara Asing di Stadion
JAKARTA, investortrust.id – Konflik HAMAS-Israel ternyata menyulitkan aktivitas Tottenham Hotspur di Liga Premier Inggris. Pasalnya, Spurs dikenal sebagai klub sepak bola Eropa yang memiliki afiliasi dengan Israel selain Ajax Amsterdam di Belanda.
Masalah yang sedang terjadi di Gaza telah memunculkan solidaritas ke seluruh dunia. Mayoritas cenderung memberikan dukungan kepada Palestina dibanding Israel.
Situasi ini ternyata tidak menyuntungkan bagi citra Tottenham Hotspur. Pasalnya, klub London Utara itu secara tradisional dikenal sebagai tim sepak bola yang memiliki hubungan dekat dengan Israel.
Secara historis, sejak 1930-an, klub ini memiliki pengikut Yahudi yang signifikan dari komunitas Yahudi di London Timur dan London Utara. Meski jumlah pendukung yang berasal dari etnis Yahudi semakin berkurang setiap tahun, citra sebagai “tim Israel” tidak pernah luntur sampai hari ini.
Akibatnya, nyanyian antisemit yang ditujukan kepada klub dan pendukungnya oleh fans rival telah terdengar sejak 1960-an. Kata-kata seperti "Yids" atau "Yiddos" digunakan untuk melawan pendukung Tottenham Hotspur.
Baca Juga
Tottenham Hotspur Bersaing Demi Gelar Liga Premier, Harry Kane Super Bangga
Dengan memanasnya situasi di Gaza, Tottenham Hotspur khawatir. Mereka takut klubnya jadi sasaran sentimen Israel. Karena itu, mereka telah mendesak para penggemar untuk tidak membawa bendera Palestina, Israel, atau bendera nasional dari negara manapun pada pertandingan melawan Fulham, Selasa (24/10/2023) dini hari WIB.
“Pertandingan sepak bola bukanlah arena yang tepat untuk mengibarkan bendera afiliasi politik atau agama atau apa pun yang mungkin dianggap menghasut. Hal ini dapat mencakup bendera nasional pada saat terjadi konflik, kampanye, atau isu politik,” tulis Tottenham Hotspur di situs resminya.
Pelatih Tottenham Hotspur Ange Postecoglou menambahkan, fans Spurs tidak boleh terpengaruh dengan apa yang terjadi di luar sana.
“Saya bukan penjaga klub ini. Saya telah berada di klub ini selama empat bulan. Orang-orang telah menghabiskan seumur hidup di klub-klub ini. Saya tidak akan seenaknya memberi tahu orang-orang bagaimana perasaan mereka, bagaimana berperilaku, bagaimana bertindak, dan apa yang harus dipikirkan,” ujar Ange Postecoglou, dilansir Dailymail.
“Sangat mudah bagi orang lain untuk memberikan penilaian. Tapi, dalam semua hal ini, anda dibimbing oleh orang-orang yang terkena dampak langsung,” tambah pelatih asal Australia itu.
“Dalam hal posisi klub, di klub mana pun saya pernah berada, saya selalu dipandu oleh respons mereka terhadap hal-hal ini karena mereka berbicara dengan lebih banyak orang dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang iklim saat ini dibandingkan orang seperti saya,” ungkap Ange Postecoglou.
“Saya tidak akan menilai bagaimana orang-orang berperilaku atau apa yang mungkin mereka lakukan dalam acara-acara seperti itu. Tapi, dalam peran kami, kami pergi ke sana pada Senin malam (lawan Fulham) untuk bermain, mudah-mudahan, sepak bola yang menarik dan membuat orang tersenyum dan memberi orang sesuatu untuk dirasakan bagus,” pungkas Ange Postecoglou.
Baca Juga
Gokil! Kalahkan Luton Town, Tottenham Bikin Start Terbaik dalam 63 Tahun

