Besar Pasak Daripada Tiang, Barcelona Akui Banyak Utang karena Belanja Pemain Bintang
JAKARTA, investortrust.id – Misteri kondisi keuangan Barcelona yang berat sebelah mulai terungkap satu persatu. Petinggi El Barca yang mengurusi keuangan Eduard Romeu menyebut salah satu faktor yang membuat klub kesulitan finansial adalah kebiasaan berutang untuk belanja pemain bintang.
Dalam beberapa musim terakhir, kondisi internal Barcelona dalam sorotan. Selain skandal wasit, masalah keuangan pasukan Xavi Hernandez juga menjadi perhatian banyak pihak.
Saat ini, Barcelona sedang dalam proses menyusun laporan keuangan terbaru. Secara terbuka mereka mulai mengungkapkan beberapa hal yang menjadi kelebihan dan kekurangan rekening klub.
Mereka perlu melakukan itu karena keuangan Barcelona masih dalam sorotan. Mereka belum lepas sepenuhnya dari krisis yang cukup parah. Klub yang kini dipimpin Joan Laporta itu telah melepaskan sejumlah aset, lewat skema yang disebut tuas ekonomi. Tujuannya, meringankan krisis serta memangkas gaji pemain.
Meski dalam kondisi kacau, Barcelona juga baru saja memulai proyek ambisius merenovasi Camp Nou. Bisa dipastikan, itu menguras banyak biaya dan justru kontra produktif dengan usaha menyeimbangkan neraca keuangan klub.
Baca Juga
Bek Barcelona ini Kagum dengan Penampilan Jude Bellingham di Real Madrid
Menurut Wakil Presiden Departemen Ekonomi Barcelona Eduard Romeu, masalah finansial yang saat ini dialami tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan buruk belanja pemain mahal. Dalam dua musim terakhir, mereka mendatangkan pemain-pemain seperti Raphinha, Robert Lewandowski, atau Jules Kounde.
Barcelona juga merekrut Ilkay Guendogan. Mereka juga meminjam Joao Felix dan Joao Cancelo. Semuanya memiliki gaji besar.
Sebelumnya, belanja Barcelona bahkan lebih parah lagi. Mereka mendatangkan pemain-pemain yang sangat mahal dengan kontribusi minimalis. Contohnya, Ousmane Dembele. Lalu, Antoine Griezmann.
Sialnya, semua pembelian pemain itu menggunakan uang pinjaman. Jika ditotal, utang Barcelona untuk membeli pemain mencapai 200 juta Euro (Rp 3,3 triliun). “Tidak ada yang menyembunyikan fakta. Kami memang berutang hingga 200 juta Euro untuk perekrutan pemain,” ujar Eduard Romeu, dikutip Football Espana.
Setelah membeli pemain-pemain mahal, Barcelona gagal memanfaatkannya secara maksimal. Selain minim kontribusi, harga jual mereka juga murah. “Ambil contoh Griezmann. Kami memperkirakan (harga jual) 40 juta Euro (Rp 665 milia). Tapi, kami hanya dapat 20 juta Euro (Rp 332 miliar),” beber Eduard Romeu.
Baca Juga
Off-side atau Bukan? Momen VAR Batalkan Gol Joao Felix di Laga Granada vs Barcelona

