Paradoks! Punya Liga Bertabur Bintang, Timnas Arab Saudi Justru Loyo di Piala Asia
DOHA, investortrust.id – Kandasnya Timnas Arab Saudi dari Korea Selatan di babak 16 besar Piala Asia, Rabu (31/01/2024) dini hari WIB, memunculkan paradoks. Punya liga yang bertabur bintang, tapi loyo di level tim nasional.
Perjalanan Arab Saudi di Piala Asia 2023 berakhir setelah disingkirkan Korea Selatan lewat pertandingan dramatis di Education City Stadium. Korea Selatan mampu menang lewat adu penalti 4-2 setelah imbang 1-1 selama 120 menit.
Kekalahan ini memunculkan tanda tanya besar. Sebab, Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir sedang membangun industri sepak bola. Liga Profesional Arab Saudi kedatangan nama-nama terkenal. Cristiano Ronaldo, Neymar, Karim Benzema, atau Sadio Mane ada sedikit bintang yang merapat ke Arab Saudi.
Baca Juga
Momen Unik di Piala Afrika, Pemain Maroko Sofyan Amrabat Dapat 2 Kartu Merah
Setelah memperbaiki liga, Arab Saudi melanjutkannya dengan mempekerjakan Roberto Mancini sebagai pelatih. Nakhoda berkebangsaan Italia itu jadi pelatih dengan bayaran terbesar di bumi. Prestasinya juga bagus. Yang terbaru, dia membawa Gli Azzurri menjuarai Euro 2020.
Lalu, mengapa Arab Saudi gagal total di Piala Asia? “Tim ini banyak kemajuan selama sebulan terakhir. Tapi, kami harus terus berkembang lagi,” kata Roberto Mancini memberi alasan diplomatis, dikutip Fox Sports.
Roberto Mancini diangkat menjadi pelatih Arab Saudi pada 27 Agustus 2023. Mantan pelatih Manchester City dan Inter Milan itu dikontrak sampai 30 Juni 2027. Jika ditotal, dia sudah menjalani 10 pertandingan di semua kompetisi. Hasilnya, empat kali menang, dua kali imbang, dan empat kekalahan.
“Ketika anda kalah lewat adu penalti, tentu itu sangat menyedihkan. Tapi, inilah sepak bola. Saya bangga dengan tim saya. Mereka mampu bermain bagus menghadapi salah satu tim terbaik di dunia,” pungkas Roberto Mancini.
Baca Juga
Dibayar Rp496,5 Miliar, Roberto Mancini gagal Bantu Arab Saudi Juara Piala Asia

