Menkes Minta Ibu-Ibu Mewaspadai 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Apa Maksudnya?
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta ibu-ibu mewaspadai 1.000 hari pertama kehidupan, yakni 270 hari selama dalam kandungan dan 730 hari setelah dilahirkan. Itulah masa-masa krusial bagi anak dalam menghadapi risiko stunting.
Menkes menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil dan anak balita untuk mencegah stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan kurang stimulasi.
"Selain fokus ke balita, ibu hamil mesti kita kejar. Banyak bayi baru lahir yang berat badannya kurang. Sedangkan balita banyak yang sudah tertangani,” kata Menkes pada acara peringatan Hari Gizi Nasional di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (28/01/2024).
Baca Juga
Peringati Hari Gizi Nasional, BRI Peduli Salurkan Bantuan “Cegah Stunting Itu Penting”
Menurut Budi Gunadi Sadikin, pemenuhan kebutuhan gizi ibu semasa hamil sangat penting guna mencegah stunting.“Kebutuhan gizi ibu hamil harus dipastikan terpenuhi dalam hal jumlah maupun jenisnya agar janin dalam kandungantumbuh baik. Lalu setelah dilahirkan, sang anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar dia.
Perkembangan Otak Anak
Menkes mengungkapkan, para orang tua mesti memperhatikan pemenuhan kebutuhan gizi anak. Soalnya, otak anak berkembang pesat saat usianya kurang dari setahun. Pada masa itu, asupan protein dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak anak.
Budi Gunadi Sadikin, seperti dikutip Antara, juga menekankan pentingnya memantau pertumbuhan anak berusia di bawah lima tahun (balita) guna mendeteksi dini indikasi stunting dan masalah kesehatan yang lain.
Pemantauan pertumbuhan dan status gizi anak, menurut dia, dilakukan dengan menimbang dan mengukur badan anak.Intervensi harus segera dilakukan apabila anak terindikasi mengalami masalah pertumbuhan berdasarkan hasil penimbangan dan pengukuran badan.
"Kalau sudah mengalami masalah gizi harus diberikan makanan berprotein hewani. Makanannya boleh apa saja,yang penting mengandung protein hewani, bisa telur, ikan, atau daging," tutur dia.
Anak-anak, kata Menkes, bisa tumbuh dan berkembang secara optimal jika kebutuhan gizinya terpenuhi, utamanya pada 1.000 hari pertama kehidupan, yakni 270 hari selama dalam kandungan dan 730 hari setelah dilahirkan. "Kalau ingin sehat dan pintar, anak-anak tidak boleh kurang gizi. Kalau kekurangan gizi pastinggak bisa pintar," tegas dia.
Baca Juga
Bos ID Food Ungkap Tantangan Menyalurkan Bantuan Pangan Program Stunting, Ternyata Tidak Mudah
Indonesia Emas 2024
Menkes menjelaskan, pemerintah menjalankan berbagai program untuk mencegah dan mengatasi stunting guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Presiden Jokowi ingin Indonesia Emas, itu artinya kita menjadi negara maju. Kalau orang-orangnyanggak sehat dan nggak pintar,nggak mungkin Indonesia menjadi negara maju. Kalau nggak bisa pintar pasti gajinya kecil. Kalau gajinya kecil, pasti nggak bisa jadi negara maju, logikanya begitu," papar dia.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia, prevalensi stunting di Indonesia sudah turun dari 24,4% pada 2021 menjadi 21,6% pada 2022.Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14% pada 2024.

