Kisah Unik Melissa Vargas, Orang Kuba Jadi Bintang Voli Putri Turkiye
JAKARTA, investortrust.id – Melissa Vargas mencuri perhatian selama Piala Dunia Voli Putri 2023. Tampil luar biasa, atlet berusia 23 tahun membawa Turkiye tak terkalahkan dan menjadi negara pertama yang lolos ke Olimpiade 2024 Paris.
Melissa Vargas tidak lahir di Turki. Dia juga belum lama mulai mewakili Turkiye di level internasional. Tapi, pengaruhnya sangat nyata. Tiga turnamen bergengsi dengan tiga kemenangan.
Pemain kelahiran Kuba ini berperan penting bagi tim bola voli putri Turkiye. Dia membantu negara barunya meraih kesuksesan pertama di Volleyball Nations League (VNL), dan kemudian di Kejuaraan Eropa. Pada kedua kesempatan tersebut, dia dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP).
Penampilan membanggakan Melissa Vargas yang paling baru terjadi selama Piala Dunia Voli Putri 2023. Turkey memaingkan tujuh pertandingan, dan memenangkan semuanya. Mereka lolos ke Olimpiade dengan sangat membanggakan.
Keberadaan Melissa Vargas memberikan dorongan ekstra bagi tim voli putri Turki yang naik ke puncak peringkat dunia FIVB di bawah bimbingan Daniele Santarelli.
Melissa Vargas lahir di Cienfuegos, 16 Oktober 1999. Dia mulai bermain bola voli pada usia delapan tahun, menarik perhatian seorang guru pendidikan jasmani di sekolah yang mengenali bakatnya.
Kemajuan Vargas sangat cepat. Pada usia 13 tahun, Melissa Vargas melakukan debut bersama tim nasional Kuba. Setahun kemudian, dia dihormati sebagai ‘Best Opposite’ di Piala Pan Amerika U-23. Saat itu, dia bersaing dengan pemain yang hampir 10 tahun lebih tua darinya. Pada saat itu, Vargas sudah dianggap sebagai pemain bola voli terbaik di Kuba.
Baca Juga
Luar Biasa! Pertahankan Rekor Sempurna, Turkiye Kalahkan Brasil
Sebelum berusia 15 tahun, Melissa Vargas telah berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Voli Putri pertamanya.
Menurut pelatih asal Brasil yang punya dua emas Olimpiade Ze Roberto, Melissa Vargas dianggap memiliki semua atribut yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu pemain terbaik dunia.
“Dia memiliki kekuatan, tinggi badan, lompatan, dan secara teknis dia sudah di atas rata-rata. Dan, dia berasal dari negara yang memiliki sejarah pemain bola voli yang luar biasa,” ujar Ze Roberto dalam wawancara dengan Cuba Si.
Pada Piala Pan Amerika 2015, Melissa Vargas muncul sebagai pencetak poin terbanyak. Dia juga mendapatkan pengakuan sebagai server terbaik sekaligus striker terbaik. Pada tahun yang sama, dia juga menerima penghargaan sebagai spiker terbaik di Pan American Games 2015. Semuanya sebelum ulang tahunnya ke-16.
Melissa Vargas meninggalkan rumahnya di Kuba pada usia muda untuk memulai karier profesionalnya. Awalnya, dia bermain di Republik Ceko dan meraih kesuksesan. Dia memenangkan liga domestik dan piala di musim 2015/2016 bersama Agel Prostejov. Setelah sempat bermain sebentar di Swiss, Vargas bergabung dengan klub Turki Fenerbahce pada 2018.
Selama dua tahun terakhir, Melissa Vargas juga menjadi pemain kunci di Tianjin Bohai Bank di kompetisi China. Musim lalu, pemain berusia 23 tahun ini meraih kemenangan liga di Turkiye dan China. itu memperkuat statusnya sebagai salah satu bintang terbesar di kedua negara.
Setelah lima musim bersama Fenerbahce, Melissa Vargas diberikan kewarganegaraan Turkiye pada 2021. “Dia bukan hanya pemain hebat. Tapi, juga pribadi yang hebat,” ucap kapten Turkiye Eda Erdem Dundar, dikutip volleyballworld.com.
“Dia mengubah mood tim dan merupakan petarung yang luar biasa di lapangan. Kami mencintainya. Kami memeluknya sejak hari pertama dan menunjukkan kepadanya bahwa dia adalah salah satu dari kami,” tambah Eda Erdem Dundar.
Melissa Vargas menempati posisi yang sama dengan bintang Turkiye Ebrar Karakurt. Awalnya, mereka dimainkan secara terpisah. Tapi, Pelatih Turkiye Daniele Santarelli membuat langkah berani menggeser Ebrar Karakurt ke posisi spiker luar selama Nation League. Itu memungkinkan keduanya bermain secara bersamaan.
“Apa yang saya temukan di sini adalah apa yang diimpikan oleh setiap pelatih. Kami punya pemain yang sangat bagus, yang semuanya bekerja untuk tujuan yang sama. Mereka semua adalah pemain luar biasa. Federasi nasional kami sangat mendukungnya,” kata Daniele Santarelli.
Baca Juga
Turkiye Terlalu Dominan untuk Argentina di Piala Dunia Voli Putri 2023

