Siapa 777 Partners? Calon Investor Everton yang Ditolak Owner Klub Liga Premier Inggris
JAKARTA, Investortrust.id – Sejumlah owner klub Liga Premier Inggris menyuarakan keprihatinan dan penolakan atas rencana penjualan Everton senilai 500 juta poundsterling (Rp 9,45 triliun) kepada 777 Partners. Apa alasannya?
Dalam beberapa tahun terakhir, Everton berada dalam krisis keuangan. Dana besar yang digelontorkan untuk pembangunan stadion baru telah membuat pemilik klub Farhad Moshiri tekor. Ditambah prestasi The Toffees yang tak kunjung membaik, rencana menjual klub didengungkan pengusaha asal Iran itu.
Farhad Moshiri semakin tertarik menjual sebagain atau seluruh 94,1% saham Everton setelah Newcastle United berhasil diakuisisi Public Investment Fund (PIF) dari Arab Saudi pada 2021.
Setelah menawarkan ke bebarapa investor selama sekitar satu tahun terakhir, titik terang mulai didapatkan Farhad Moshiri. Sebuah perusahaan investasi asal Amerika Serikat (AS), yang berbasis di Miami, tertarik. Perusahaan itu, 777 Partners, dan dikendalikan Steven Pasko (Co-Founder, Managing Partner) serta Josh Wander (Co-Founder).
Baca Juga
Ada Apa? Dapat Investasi Rp 7,6 Triliun, Chelsea Justru Potong Gaji Pemain
Namun, kesepakatan yang menghasilkan angka 500 juta poundsterling (Rp 9,45 triliun) mendapatkan tentangan dari pemilik klub Liga Premier lainnya. Mereka mengkhawatirkan sumber dana 777 Partners.
Para pemilik klub Liga Premier tidak tahu secara pasti sumber utama pendanaan 777 Partners. Mereka mencium bahaya dari potensi kerusakan reputasi Liga Premier. Sebab, 777 Partners terlibat dalam sengketa beberapa kasus hukum di pengadilan Negeri Paman Sam.
Mail Sport melaporkan, operator Liga Premier tidak akan dapat memberikan panduan apa pun kepada klub karena belum menerima pengungkapan dari Everton atau 777 Partners tentang kesepakatan yang dibuat.
Tapi, otoritas Liga Premier tetap akan memantau dengan cermat proses pengambilalihan saham The Toffees oleh 777 Partners. Liga Premier belajar banyak dari kasus Newcastle United, yang awalnya juga ditentang habis-habisan mayoritas owner klub Inggris.
Menguasai Saham Banyak Klub Sepakbola Dunia
Jadi, siapa sebenarnya 777 Partners ini? Perusahaan investasi swasta Amerika Serikat (AS) ini memiliki basis di Miami. Didirikan pada 2015, 777 Partners punya rekam jejak yang sangat panjang dalam akuisisi klub-klub sepakbola professional. Bukan hanya Eropa, melainkan dari seluruh penjuru bumi.
Selama itu, 777 Partners diketahui telah mengakuisisi beberapa tim sepak bola dari berbagai negara. Contohnya, Genoa FC (Italia), Standard Liege (Belgia), Red Star Paris (Prancis), Vasco da Gama (Brasil), hingga Hertha Berlin (Jerman).
Perusahaan yang didirikan pada 1 September 2015 juga punya kepemilikan saham minoritas di Sevilla (Spanyol) dan Melbourne Victory (Australia).
Pada 2019, 777 Partners melebarkan sayap ke olahraga lain. Mereka membeli satu-satunya tim bola basket profesional putra di London, yaitu London Lions. Mereka kemudian menginvestasikan 7 juta poundsterling (Rp 132 miliar) untuk 45% saham di Liga Bola Basket Inggris (BBL).
Di luar olahraga, 777 Partners memiliki aset di bisnis penerbangan. Mereka menguasai maskapai berbiaya murah Flair Airlines (Kanada) dan Bonza Aviation (Australia).
Perusahaan ini juga berinvestasi dan mengembangkan travel technology di bawah subdivisi GO7. Lalu, pada 2022, 777 Partners berinvestasi di STX Entertainment. Itu sebuah studio film global yang terkenal memproduksi film popular seperti Molly’s Game, The Irishman, dan Ferrari.
Baca Juga
Tradisi Blunder Kiper Manchester United! Habis David de Gea, Terbitlah Andre Onana

