Kisah Karim Abdou, Bodyguard Mohamed Salah yang Tugasnya Lebih Berat dari Pasukan Khusus
JAKARTA, investortrust.id – Bodyguard Mohamed Salah, Karim Abdou, menyebut tugas menjadi pengawal Bintang Liverpool itu jauh lebih berat dari pekerjaan personel pasukan khusus di institusi militer sebuah negara. Seorang diri, dia pernah menjaga sang majikan dari kepungan 20.000 penggemar.
Bagi pemain sepak bola sekelas Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Neymar, atau Mohamed Salah, bodyguard adalah hal yang mutlak dan tidak bisa dipisahkan. Para pemain top itu butuh perlindungan ekstra, khususnya di luar lapangan.
Salah satu pengalaman unik menjadi bodyguard pesepak bola ternama diungkapkan Karim Abdou dalam wawancara dengan 5ASide Podcast belum lama ini. Pria yang pernah bekerja untuk orang-orang hebat macam Roberto Carlos, Alessandro del Piero, hingga Angel di Maria itu menceritakan pengalamannya bersama Mohamed Salah.
Karim Abdou sudah bekerja dengan legenda Mesir selama lebih dari 10 tahun sejak masih bermain untuk AS Roma. Lalu, dia ikut terbang ke Inggris ketika Mohamed Salah bermain untuk Liverpool.
Sadar Mohamed Salah adalah pemain dengan jutaan penggemar dari seluruh dunia, Karim Abdou menyebut pekerjaannya jauh lebih berat dari anggota pasukan khusus. Pasalnya, ancaman datang dari segala penjuru, kapan saja, dan dengan cara-cara yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Karim Abdou mencontohkan situasi ketika Mohamed Salah pulang ke Mesir setelah menjuarai Liga Champions bersama Liverpool. Tanpa disadari, ribuan orang menyemut di rumah Mohamed Salah. Itu membuat dirinya kesulitan menjaga keselamatan sang majikan dari gangguan fans yang nakal.
Baca Juga
Dimaafkan atau Tidak? Alexis Mac Allister Bikin Blunder Saat Liverpool Lawan Brighton
“Ketika dia memenangkan Liga Champions, itu adalah saat yang paling gila. Saat itu Idul Fitri. Dan, ada ribuan orang di jalan (menunggu Mohamed Salah). Itu seperti Mesir baru saja memenangkan Piala Dunia,” ujar Karim Abdou.
Tidak hanya itu, saat Mohamed Salah beribadah ke masjid di dekat rumahnya yang lain yang tidak diketahui orang. Tujuannya supaya Mohamed Salah bisa beribadah dengan tenang tanpa gangguan penggemar.
Tapi, prediksi itu salah. “Suatu kali, dia pergi salat di masjid. Tidak ada yang tahu di mana atau dia tinggal di mana. Tidak ada juga yang mengikutinya. Tapi, ternyata ada orang-orang yang memasukkannya (lokasi Mohamed Salah) ke grup WhatsApp dan menyebarkannya,” kata Karim Abdou.
“Bayangkan, hanya dalam beberapa menit, 20.000 orang muncul. Itu hanyalah orang-orang yang tinggal di komunitas (sekitar masjid). Sisanya, ketika mereka mendengarnya (ada Mohamed Salah), mereka sedang menuju (ke tempat Mohamed Salah),” lanjut Karim Abdou.
Karim Abdou juga menceritakan bagaimana dia bersama Timnas Mesir di sebuah hotel ketika Mohamed Salah seharusnya bergabung untuk FIFA Matchday. Tapi, karena banyaknya orang di luar rumahnya, Mohamed Salah bahkan tidak bisa keluar dari rumah, menuju mobil, dan pergi ke hotel timnas.
“Salah seharusnya menyelesaikan dua hari liburnya dan datang ke sana (timnas). Entah dari mana, dia ada di dalam rumah dan bahkan tidak bisa membuka pintu. Kami mencoba melarikannya melalui pintu belakang. Tapi, tidak bisa,” beber Karim Abdou.
Untuk memastikan keselamatan Mohamed Salah, Karim Abdou selalu mengambil pendekatan hati-hati. Dia menyebutkan bahwa semua hadiah yang diterima atas nama Mohamed Salah dipindai secara menyeluruh karena berpotensi mengandung zat berbahaya. Karim Abdou menekankan pentingnya waspada dan tidak menerima hadiah tanpa pemeriksaan yang tepat.
Terlepas dari risiko yang ada, kemurahan hati Mohamed Salah terhadap masyarakat tetap tak tergoyahkan. Karim Abdou mengungkapkan bahwa Mohamed Salah telah menyumbangkan jutaan dolar untuk mendukung orang-orang sakit, menyediakan ambulans, dan membantu mereka yang membutuhkan uang.
“Salah membantu masyarakat. Dia membayar jutaan dolar untuk orang-orang sakit. Dia membeli ambulans. Dia membantu orang-orang yang kekurangan uang untuk menikah. Kalau ada yang butuh operasi, ada yang kesulitan, ada yang punya tagihan, dia membantunya,” pungkas Karim Abdou.
Baca Juga
Akibat Konsentrasi Hilang, Liverpool Ditahan Imbang Brighton and Hove Albion

