Jadi Kado Natal, Sir Jim Ratcliffe Resmi Pemilik 25% Saham MU
JAKARTA, investortrust.id – Spekulasi seputar kepemilikan raksasa Liga Inggris, Manchester United (MU), berakhir sudah. Pengusaha asal Inggris, Sir Jim Ratcliffe, resmi memiliki 25% saham 'Setan Merah' yang sempat diincar taipan Qatar, Sheikh Jassim bin Hamad Al Thani.
“MU mencapai kesepakatan dengan Sir Jim Ratcliffe, pemilik INEOS, untuk mengakuisisi 25% kepemilikan saham,” tulis manajemen MU dalam pengumuman di laman resminya, diakses Senin (25/12/2023).
Dikutip dari Financial Times, proses finalisasi akuisisi terjadi sebelum Natal. Proses ini sempat tertunda beberapa pekan.
Baca Juga
Memalukan! Manchester United Dikalahkan West Ham United di Liga Premier
Akuisisi ini bakal menjadi kado Natal yang manis, terutama bagi para penggemar MU di seluruh dunia, dengan catatan penampilan tim anak asuh Erik ten Hag itu ke depan semakin baik.
MU musim ini kembali terseok-seok. Sudah memainkan 18 laga, MU hanya menang 8 kali. Dengan 28 poin, Marcus Rashford dkk kini tercecer di posisi ke-8 klasemen sementara Liga Primer.
Nilai kepemilikan MU, termasuk utang, ditaksir mencapai US$ 6,3 miliar. Ratcliffe membeli 25% saham klub, pada kisaran US$ 1,3 miliar plus dana segar US$ 300 juta untuk pengembangan klub.
Bos perusahaan kimia tersebut sebetulnya telah mendapat lampu hijau dari keluarga Glazer selaku pemilik MU, untuk memiliki saham nonpengendali. Tapi, pengumuman resmi mengalami kendala sejak berulang kali.
Kesempatan Langka
Ratcliffe beralasan membeli MU merupakan kesempatan langka. Sebagai warga lokal, dia merupakan pendukung setia salah klub paling populer di dunia itu.
“Sangat sangat senang, kami dapat menyetujui kesepakatan dengan dewan MU yang mendelegasikan tanggung jawab manajemen operasional sepak bola kami kepada kami. Kami berada di sini untuk jangka panjang dan menyadari bahwa banyak tantangan dan kerja keras yang menanti di depan,” kata Ratcliffe.
Meski telah membeli saham MU, tidak ada jaminan bagi Ratcliffe menjadi pengendali utama. Sebab, selain menyiapkan dana besar, Ratcliffe juga perlu berhadapan dengan otoritas Liga Inggris dan perlu mendapat saham dari entitas Trawlers yang berlokasi di Isle of Man.
Situasi kepemilikan klub berkandang di Old Trafford ini makin rumit karena MU memiliki dua kelas saham dan public limited company (PLC) yang dipusatkan di Caymand Island.
Saham A, yang ditransaksikan di New York, punya hak suara yang lebih rendah daripada saham B yang dimiliki secara eksklusif oleh keluarga Glazer. Setiap satu saham kelas B memiliki hak suara 10 kali lipat dibanding satu saham kelas A.
Baca Juga
Misi Manchester United Mendatangkan Jean-Clair Todibo Diganggu Tottenham Hotspur
Menghasilkan US$ 900 Juta
Financial Times menyebutkan, saham A terbesar salah satunya dimiliki perusahaan manajer investasi Inggris, Lindsell Train. Selain itu, ada pula miliarder hedge fund, Leon Cooperman.
Saat ini, enam orang dari keluarga Glazer memiliki 110 juta saham B. Menjual 25% dari total saham dengan harga US$ 33 per unit akan menghasilkan lebih dari US$ 900 juta bagi keluarga tersebut. Kesepakatan ini akan memberi nilai ekuitas MU sekitar US$ 5,4 miliar.
Klub mengeluarkan peringatan mengenai perubahan komposisi saham kelas B ini bagi investor di bursa saham New York. “Konsentrasi hak suara di saham kelas B milik kami mungkin membahayakan nilai saham kelas A,” tulis klub.
Meski ditaksir Ratcliffe di angka US$ 33 per saham, pada Jumat 22/12/2023), saham MU di bursa masih bertengger di level US$ 20.
Pada Februari 2023, saham MU sempat tembus US$ 27 seiring merebaknya kabar bahwa saham MU bakal dibeli Sheikh Jassim bin Hamad Al Thani melalui Nine Two Foundation. Belakangan, pada Oktober 2023, Sheikh Jassim dinyatakan mundur dari negosiasi.

