Tim Dokter Urologi Mayapada Sukses Angkat Kanker Prostat di Area Sulit dengan Operasi Robotik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Tim dokter urologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) berhasil menangani pasien kanker prostat berusia 72 tahun melalui tindakan Robotic-Assisted Radical Prostatectomy (RARP). Prosedur bedah minimal invasif atau minim sayatan tersebut menggunakan bantuan sistem robotik yang dikendalikan oleh dokter spesialis urologi untuk mengangkat seluruh kelenjar prostat pasien.
Tindakan medis ini memiliki tingkat kesulitan tinggi karena organ prostat berada di area yang sulit dijangkau serta dikelilingi oleh struktur-struktur penting. Oleh karena itu, tim dokter memanfaatkan teknologi robotik guna mendukung proses operasi melalui visualisasi yang lebih jelas serta penggunaan instrumen yang menawarkan gerakan lebih fleksibel dan presisi. Pendekatan ini memungkinkan pengangkatan jaringan kanker dilakukan secara akurat sekaligus menjaga jaringan penting di sekitarnya.
Dokter Syamsu Hudaya, Sp.U (K) yang memimpin tindakan medis tersebut menjelaskan bahwa operasi kanker prostat memiliki tantangan tersendiri akibat letak prostat di area panggul yang sempit dan berdekatan dengan saraf maupun pembuluh darah saluran kemih dan reproduksi. Kondisi tersebut menuntut tingkat ketelitian yang sangat tinggi selama prosedur berlangsung. Penggunaan teknologi robotik membantu dokter bekerja secara presisi melalui visualisasi 3D dan instrumen berentang gerak luas yang lebih ergonomis, sehingga area operasi terlihat terang dan tindakan dapat diarahkan secara akurat.
Meskipun demikian, teknologi robotik bukan satu-satunya penentu keberhasilan operasi, karena keterampilan dokter dan kerja sama tim tetap memegang peranan vital. Dr. Syamsu menegaskan bahwa robot merupakan instrumen yang sangat membantu, namun man behind the gun serta kolaborasi tim dari awal hingga akhir tetap menjadi penentu utama kesembuhan dan outcome yang lebih baik bagi pasien.
Dokter Stevano LH Sipahutar, Sp.U, FICRS yang turut terlibat dalam operasi tersebut menambahkan bahwa teknologi robotik memberikan sejumlah keunggulan yang mendukung percepatan pemulihan pasien. Visualisasi 3D yang jelas, lapang pandang yang dapat diperbesar, gerakan instrumen yang presisi, serta ketiadaan tremor membantu meminimalkan pendarahan dan risiko cedera pada organ sekitar. Efek positifnya, lama rawat inap atau Length Of Stay (LOS) pasien menjadi jauh lebih singkat, di mana pasien pada kasus ini sudah diperbolehkan pulang dalam waktu sekitar dua hingga tiga hari setelah operasi.
Baca Juga
Expert Apollo Hospitals India Apresiasi Tim Urologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Keberhasilan penanganan kanker prostat ini mendapatkan apresiasi dari Pakar Bedah Uro-Onkologi dan Bedah Robotik Apollo Hospitals Jubilee Hills, Hyderabad, India, Prof. (Dr.) Sanjai Kumar Addla, MRCS, MD, FRCS (Urol). Sosok yang berpengalaman melakukan lebih dari 1.000 prosedur bedah robotik urologi tersebut menyatakan bahwa teknologi robotik kini telah menjadi standar pelayanan di Mayapada Hospital. Menurutnya, Mayapada Hospital telah menunjukkan penguasaan teknologi robotik dan teknik bedah berstandar internasional, termasuk penguasaan kontrol teknis dan pengambilan keputusan klinis untuk menjamin prosedur yang aman serta efektif.
Keberhasilan tindakan bedah robotik ini mencerminkan kemampuan tim urologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan dalam mengombinasikan keahlian klinis, kolaborasi multidisiplin, dan pemanfaatan teknologi modern. Pencapaian ini sejalan dengan komitmen Mayapada Healthcare melalui layanan unggulan Tahir Uro-Nephrology Center di MHJS yang menyediakan penanganan komprehensif untuk gangguan ginjal dan saluran kemih, termasuk kanker prostat. Layanan ini didukung oleh tim multidisiplin yang menangani pasien mulai dari tahap deteksi, diagnosis, hingga tindakan bedah presisi menggunakan teknologi da Vinci.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan ini dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990, atau mengakses aplikasi MyCare. Selain itu, masyarakat juga dapat memantau kebugaran tubuh memanfaatkan fitur Personal Health di aplikasi MyCare untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).
