Diwali Bazaar 2026 Digelar, Jadi Panggung Pertemuan Budaya hingga UMKM
JAKARTA, investortrust.id - Perayaan Diwali di Indonesia terus berkembang menjadi momentum yang tidak hanya mempererat komunitas India, tetapi juga memperkuat hubungan budaya antara India dan Indonesia. Hal itu tercermin dalam penyelenggaraan Diwali Bazaar yang memasuki edisi ke-12.
Penyelenggaraan Diwali Bazaar 2026 yang digelar di Hotel Westin ini tak hanya berkembang menjadi salah satu ajang perayaan budaya dan gaya hidup India, tetapi juga mempertemukan keluarga, sahabat, pelaku usaha, serta para pencinta budaya untuk menikmati beragam kegiatan, kuliner, hiburan, dan produk menarik.
Salah satu daya tarik utama Diwali Bazaar 2026 ini adalah terdapat sebanyak sekitar 150 vendor atau tenant yang berpartisipasi, sehingga para pengunjung dapat memiliki pengalaman berbelanja yang beragam, mulai dari busana dan aksesori bernuansa India, perhiasan buatan tangan, produk dekorasi rumah, hingga berbagai produk wellness dan hadiah.
Dalam sambutannya, Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty mengatakan bahwa dirinya sudah terlihat menghadiri acara Diwakil Bazaar untuk ketiga kalinya. Ia menilai, penyelenggaraan ini memiliki daya tarik yang semakin besar dari tahun ke tahun.
Sandeep menyebutkan penyelenggara perlu terus mendorong masyarakat untuk datang karena pada penyelenggaraan sebelumnya jumlah pengunjung disebut mencapai sekitar 3.000 orang.
“Saya pikir ini adalah inisiatif yang bagus. Yang paling saya suka adalah bahwa kebanyakan pembangunan adalah perempuan, jarang ada lelaki, dan saya pikir itu sangat penting,” ujar Sandeep di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026).
Baca Juga
Wamenbud Giring Ganesha: “Diwali” Jadi Momen Pererat Hubungan Indonesia-India lewat Seni dan Budaya
Selain menjadi ajang perdagangan dan promosi produk, Sandeep menilai, Diwali Bazaar juga memiliki dimensi diplomasi budaya. Ia menyebut kegiatan yang digelar komunitas India di Indonesia turut memperkenalkan budaya India sekaligus memperkuat hubungan masyarakat kedua negara.
“Kami juga melakukan ASEAN Bazaar, yang sekali lagi adalah contoh yang bagus diantara diplomasi dan kekuatan persuasif,” ungkapnya.
Namun, menurut dia, Diwali memiliki karakter yang lebih luas karena perayaan tersebut kini telah berkembang melampaui batas negara India. Sandeep menilai perkembangan tersebut terlihat dari semakin besarnya perhatian dan antusiasme masyarakat di berbagai negara terhadap perayaan Diwali.
"Diwali sekarang bukan lagi sebuah festival India, ini menjadi festival internasional,” terang Sandeep.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, Diwali Bazaar menjadi pembuka yang baik bagi rangkaian perayaan Diwali di Indonesia. Beragam produk, makanan, dan jasa yang tersedia di lokasi juga dinilai dapat menarik masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap India.
"Acara ini menyuguhkan berbagai macam produk, pengunjung dapat datang untuk menyantap makanan, beristirahat, kemudian lanjut berbelanja hinga malam hari," imbuhnya.
Sandeep juga mengungkapkan kalau perayaan Diwali merupakan bagian dari rangkaian musim festival yang berlangsung setelah Navratri dan Durga Puja, kemudian berlanjut hingga Natal dan Tahun Baru.
“Jadi, musim festival telah dimulai, dan orang-orang Indonesia-India melakukan tugas yang baik untuk memperkenalkan budaya-budaya India di Indonesia, dan juga membawa budaya Indonesia ke India," ungkap Sandeep.
Dengan demikian, Diwali Bazaar tidak hanya menjadi ruang perayaan keagamaan dan budaya, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku usaha, khususnya perempuan, untuk memperkenalkan produk dan jasa mereka kepada masyarakat. Di sisi lain, kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana perayaan budaya dapat menjadi sarana memperkuat interaksi masyarakat India dan Indonesia.
“Terima kasih banyak, dan selamat musim, dan harapan terbaik untuk Navratri dan Diwali, dan semoga berjaya bagi semua pengusaha Indonesia dan lain-lain yang telah bergabung pada hari ini,” pungkas Sandeep.
