Goodie Bag Alfamart Run 2026 Capai 50 Kg, Setara Rp 4 Juta
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id — Sebanyak 5.000 pelari yang mengikuti Alfamart Run 2026 akan membawa pulang goodie bag dengan bobot mencapai sekitar 50 kilogram (Kg). Goodie bag tersebut berisi beragam produk kebutuhan sehari-hari dengan nilai lebih dari Rp4 juta. Dengan kata lain untuk goodie bag PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menganggarkan Rp 22 miliar untuk goodie bag.
Alfamart Run 2026 akan digelar pada Minggu (18/10/2026) di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Gelaran yang memasuki tahun kelima tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-27 Alfamart.
Marketing Director Alfamart Ryan Alfons Kaloh mengatakan, goodie bag menjadi salah satu bentuk apresiasi kepada peserta Alfamart Run 2026.
“Peserta Alfamart Run bukan hanya mendapatkan pengalaman berlari. Setelah mencapai garis finis, mereka juga membawa pulang goodie bag dengan isi yang cukup banyak, bahkan bobotnya mencapai sekitar 50 kilogram. Kami ingin memberikan pengalaman yang lebih bagi 5.000 peserta yang tahun ini berhasil mendapatkan tiket,” ujar Ryan dalam konferensi pers Alfamart Run 2026 di Alfa Tower, Tangerang, Senin (14/9/2026).
Baca Juga
DWAY Perluas Distribusi ke Alfamart, Jangkau Lebih dari 6.700 Titik Penjualan
Dengan biaya pendaftaran Rp600.000, peserta mendapatkan jersey, medali, asuransi perlindungan diri dari kecelakaan yang berlaku pada hari pelaksanaan, serta goodie bag.
Isi goodie bag terdiri atas berbagai produk kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan dan minuman, produk personal care, hingga kebutuhan rumah tangga.
Untuk membawa seluruh produk tersebut, Alfamart kembali menggandeng UMKM Intako Tanggulangin, Sidoarjo, sebagai produsen tas goodie bag. Tahun ini, ukuran tas dibuat lebih besar dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya agar dapat menampung seluruh produk.
Selain goodie bag, Alfamart Run 2026 menawarkan dua kategori lomba, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K). Alfamart menyiapkan total hadiah podium Rp250 juta untuk 252 pemenang.
Peserta juga berkesempatan memperoleh dua unit Wuling Air EV melalui mekanisme door prize.
Ryan menambahkan, Alfamart Run 2026 mengusung konsep sport entertainment dengan menghadirkan sejumlah hiburan setelah peserta menyelesaikan perlombaan. Brand Ambassador Alfamart Run Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati turut terlibat dalam gelaran tersebut, sementara Padi Reborn dijadwalkan tampil menghibur peserta.
Antusiasme terhadap Alfamart Run 2026 juga tercermin dari proses pendaftaran. Lebih dari 3,3 juta orang tercatat mengikuti war ticket melalui aplikasi Alfagift dan mekanisme ballot untuk memperebutkan 5.000 tiket yang tersedia.
Dengan jumlah tersebut, secara sederhana terdapat sekitar 660 calon peserta untuk setiap satu slot yang tersedia.
Baca Juga
Indomaret dan Alfamart Butuh Empat Dekade untuk Bangun Raksasa Ritel
Menurut Ryan, keterbatasan jumlah peserta mempertimbangkan kapasitas venue, kenyamanan peserta, serta kualitas pengalaman selama rangkaian acara.
“Alfamart Run memang kami rancang eksklusif dengan jumlah peserta terbatas. Tahun ini slot kami tambah menjadi 5.000 peserta, namun antusiasmenya jauh lebih besar. Sekitar 3,3 juta orang mengikuti war ticket melalui Alfagift. Artinya, tingginya peminat memang belum sebanding dengan kapasitas yang tersedia,” kata Ryan seraya menambahkan bahwa pendaftaran sudah resmi ditutup.
Di sisi keberlanjutan, jersey Alfamart Run 2026 menggunakan material hasil daur ulang yang berasal dari 12 botol plastik berukuran 1,5 liter untuk setiap jersey.
“Semangatnya bukan hanya mengajak masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga bagaimana event sebesar Alfamart Run dapat diselenggarakan secara bertanggung jawab. Karena itu, aspek lingkungan juga kami persiapkan sejak sebelum acara berlangsung,” ujar Ryan.
Investasi Ekonomi
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Erick Thohir menilai, penyelenggaraan ajang olahraga yang dikemas secara menarik dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong semakin banyak masyarakat menjalani gaya hidup aktif sekaligus memperluas ekosistem olahraga di Indonesia, serta menjadi investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Olahraga adalah investasi untuk karakter bangsa, investasi kesehatan, juga investasi ekonomi,” ujar Menpora.
Menurut dia, kegiatan lari memberikan dampak positif karena mendorong masyarakat untuk menjaga kesehatan. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menciptakan aktivitas ekonomi yang melibatkan pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menpora mencontohkan, dampak ekonomi dari sebuah kegiatan olahraga dapat terlihat dari kebutuhan peserta selama mengikuti kegiatan, mulai dari akomodasi hingga konsumsi. Hal tersebut turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah dan masyarakat sekitar.
“Ini semua economic impact, yang tentu ini yang baru di Kemenpora. Olahraga juga itu investasi untuk keekonomian. Itu revenue, pendapatan, jadi bukan cost,” katanya.
Lebih lanjut, Menpora mengatakan pemerintah tengah mendorong pengembangan sport industry dan sport tourism melalui penyelenggaraan Indonesia Sport Summit. Menurutnya, potensi industri olahraga Indonesia masih sangat besar dan perlu dikembangkan.
Dia menyebut nilai industri olahraga global mencapai sekitar Rp8.000 triliun, sementara Indonesia baru berkontribusi sekitar Rp40 triliun atau sekitar 0,5% dari nilai global tersebut.
