Gagal Juara MotoGP di San Marino, Jorge Martin Ungkap Penyebabnya
Poin Penting
|
MISANO, investortrust.id – Pembalap Aprilia Jorge Martin kehilangan peluang meraih kemenangan di MotoGP San Marino setelah masalah arm pump membuat performanya anjlok hingga finish kelima. Pembalap Aprilia itu bahkan mengaku sempat “kehilangan kendali” atas motornya dan kini menghadapi dilema untuk menjalani operasi.
The Martinator sebenarnya tampil menjanjikan pada awal balapan di Misano, Minggu (13/9/2026) malam WIB. Juara dunia MotoGP 2024 tersebut mampu mengambil alih posisi terdepan setelah menyalip Marc Marquez dan sempat memperlebar jarak dari rivalnya.
Namun, situasi berubah drastis setelah Martin mulai merasakan masalah pada lengannya. Kemampuannya mengerem dan membuka gas terganggu sehingga kecepatannya terus menurun hingga akhirnya harus puas berada di posisi kelima. “Saya mengalami masalah besar dengan arm pump,” kata Martin, di situs resmi MotoGP.
Baca Juga
Juara di Misano, Marc Marquez Pimpin Klasemen MotoGP Bangkit dari Defisit 102 Poin
“Ini sangat disayangkan. Saya pikir kami kehilangan peluang besar hari ini. Saya merasa sangat baik dan memulai balapan dengan cara yang bagus,” tambah Martin.
Martin mengaku awalnya tidak menduga masalah tersebut akan menjadi faktor utama yang menggagalkan peluangnya meraih kemenangan. Dia bahkan sempat mampu mengejar Marquez setelah pembalap Ducati itu memimpin balapan.
“Saya pikir Marc akan menjauh, tetapi kemudian saya kembali mendekatinya dan mengambil alih posisi terdepan. Setelah itu, saya bahkan mampu menjauh. Saya merasa memiliki ritme yang bagus, tidak memaksakan diri dan tetap bisa memperlebar jarak,” ujar Martin.
Masalah mulai terasa ketika Martin kesulitan mengendalikan motor saat memasuki fase pengereman dan membuka gas. Kondisinya semakin buruk dari satu lap ke lap berikutnya. “Namun, kemudian saya mulai mengalami masalah saat pengereman, lalu ketika membuka gas. Setiap lap kondisinya semakin buruk. Pada akhirnya, saya tidak bisa melakukan apa pun. Saya benar-benar kehilangan kendali atas motor. Ini sangat disayangkan,” tuturnya.
Martin mengungkapkan gangguan tersebut sebenarnya sudah terasa selama rangkaian MotoGP San Marino. Namun, dia tidak memperkirakan arm pump akan menjadi persoalan besar saat balapan.
“Masalah ini baru muncul hari ini. Memang, saya sedikit kesulitan sepanjang akhir pekan, tetapi saya tidak menyangka masalah ini akan menjadi persoalan utama dalam balapan,” kata Martin.
Masalah tersebut menjadi perhatian serius karena Martin pernah menjalani operasi arm pump pada 2019. Setelah operasi itu, dia mengaku tidak pernah lagi mengalami gangguan serupa hingga akhirnya muncul kembali di Misano. “Saya mengalaminya pada 2019 dan menjalani operasi. Setelah itu, saya tidak pernah mengalami masalah ini lagi,” ujarnya.
Martin kini belum menentukan apakah akan kembali menjalani operasi. Dia ingin menggunakan MotoGP Austria pekan depan sebagai ujian untuk melihat apakah masalah tersebut masih bisa dikendalikan tanpa tindakan medis.
“Saya melihat beberapa pembalap berbeda yang setelah bertahun-tahun kembali mengalami masalah ini dan mungkin harus menjalani operasi lagi. Mungkin itu juga kasus saya. Mungkin tidak,” kata Martin.
“Saya akan mencoba memahami kondisi ini bersama dokter, mendengarkan juga mengenai waktu pemulihan dan melihat apa yang bisa saya lakukan karena saya tidak ingin kehilangan kesempatan,” lanjut Martin.
Dilema tersebut datang ketika Martin masih berada dalam persaingan ketat perebutan gelar juara dunia. Sebelum MotoGP San Marino, dia memimpin klasemen dan Marc Marquez terus memangkas jarak melalui Sprint serta balapan utama. MotoGP mencatat Marquez meraih kemenangan di San Marino, sementara Martin finish kelima.
Martin menegaskan dirinya masih merasa memiliki kecepatan dan paket kompetitif untuk bersaing memperebutkan gelar. Karena itu, dia tidak ingin masalah pada lengannya mengganggu peluang tersebut.
“Saya merasa siap untuk bertarung memperebutkan kejuaraan. Hari ini saya juga siap bertarung untuk kemenangan. Jadi, ini adalah sesuatu yang tidak membantu saya. Tetapi kami harus memeriksanya. Yang pasti, saya merasa siap. Saya memiliki kecepatan, motor, tim, semuanya. Tidak ada yang kurang," ungkap Martin.
“Namun, sekarang ada tanda tanya mengenai lengan saya. Saya pikir Austria tidak akan menjadi masalah, tetapi saya tidak tahu,” tambah Martin.
MotoGP Austria dijadwalkan berlangsung pada 18-20 September 2026. Martin berharap balapan tersebut bisa memberikan gambaran apakah masalah arm pump dapat dikelola tanpa operasi. “Ini akan menjadi ujian yang bagus. Jadi, di Austria, jika saya tidak mengalami masalah apa pun, mungkin saya bisa melangkah maju dan melupakan persoalan ini," ujarnya.
“Tetapi masalah ini bisa saja muncul lagi pada balapan lain. Jadi, ini bisa menjadi persoalan besar yang menentukan apakah saya kehilangan peluang untuk memenangkan kejuaraan atau tidak. Saya tidak tahu,” pungkas Martin.
Baca Juga
Sadar Persaingan Semakin Ketat, Marc Marquez Waspadai MotoGP di Misano
