Lawan 2 Raksasa Liga Champions, Inter Milan Maju Tak Gentar Incar Si Kuping Besar
Poin Penting
|
MILAN, investortrust.id – Presiden Inter Milan Beppe Marotta menegaskan timnya tidak akan gentar menghadapi lawan-lawan elite setelah hasil undian fase liga Liga Champions 2026/2027 mempertemukan I Nerazzurri dengan Liverpool dan Real Madrid. Trofi Si Kuping Besar jadi incaran.
Undian yang berlangsung di Monaco menempatkan Inter Milan dalam rangkaian pertandingan berat. Inter Milan akan menjamu Liverpool, Club Brugge, Shakhtar Donetsk, dan VfB Stuttgart. Kemudian, mereka akan bertandang ke markas Real Madrid, Borussia Dortmund, Feyenoord, dan Slovan Bratislava.
Pertemuan dengan Real Madrid menghadirkan cerita tersendiri karena Inter Milan akan kembali berhadapan dengan Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal tersebut pernah membawa Inter Milan meraih treble pada 2010 dan kini menangani Real Madrid.
Baca Juga
Inter Miami Sedang Terpuruk, Pelatih Guillermo Hoyos Digantikan Kily Gonzalez
Inter Milan datang ke fase liga dengan status salah satu unggulan utama setelah menjuarai Serie A dan Coppa Italia. Klub asal Milan itu juga menjadi satu-satunya wakil Italia yang ditempatkan di Pot 1.
“Ini selalu menjadi kesempatan yang menarik, dan ini merupakan tahun kesembilan secara beruntun Inter tampil di Liga Champions. Jadi, tim ini sekarang sudah menjadi bagian tetap dari kompetisi tersebut,” ujar Marotta, dilansir Sky Sport Italia.
Marotta juga menyoroti pertemuan kembali dengan Mourinho yang pernah membawa Inter Milan meraih gelar Liga Champions 2009/2010. “Ada reuni menarik dengan Mourinho. Kami tentu sedang berbicara tentang kompetisi paling penting dalam dunia sepak bola,” sambungnya.
Inter Milan juga melakukan perombakan skuad pada bursa transfer musim panas. Klub mendatangkan tiga pemain asal Inggris, yakni Curtis Jones dari Liverpool, Djed Spence dari Tottenham Hotspur, dan John Stones yang bergabung secara gratis setelah kontraknya bersama Manchester City berakhir.
Menurut Marotta, perekrutan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan. “Keputusan ini berdasarkan penilaian staf teknis, Piero Ausilio, Dario Baccin, dan tentu saja Cristian Chivu. Hal terpenting adalah jumlah gelar yang dibawa para pemain tersebut, kualitas, dan pengalaman mereka,” tuturnya.
Inter Milan terakhir kali mengangkat trofi Liga Champions pada 2009/2010 ketika menjadi bagian dari treble di bawah Mourinho. Dalam empat musim terakhir, mereka dua kali mencapai final, meski gagal menjadi juara. Perjalanan Inter Milan musim lalu justru mengecewakan setelah tersingkir pada babak play-off oleh Bodo/Glimt.
Meski mendapatkan undian berat, Marotta menegaskan Inter Milan tetap memasang target tinggi. “Kami harus selalu ambisius. Kami adalah tim yang memiliki perjalanan kuat di Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir. Kami memiliki kualitas, tapi juga punya hak untuk bermimpi,” tutup Marotta.
Baca Juga
Legenda Arsenal Thierry Henry Raih UEFA President’s Award 2026
