Statistik Aneh Lionel Messi Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
ATLANTA, investortrust.id – Jelang semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris, kapten Argentina Lionel Messi kembali membuktikan bahwa kualitas tidak selalu ditentukan oleh kecepatan berlari. Di usia 39 tahun, Messi justru tampil lebih efektif dan tetap menjadi pusat permainan La Albiceleste.
Jika Argentina mampu mempertahankan gelar juara dunia, Messi akan mencatat sejarah sebagai pemain kunci yang membawa negaranya menjadi tim pertama yang sukses mempertahankan trofi Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962. Hingga kini, baru Italia (1934 dan 1938) serta Brasil (1958 dan 1962) yang berhasil.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan keenam Messi di putaran final, menyamai rekor Cristiano Ronaldo dan Guillermo Ochoa sebagai pemain dengan partisipasi terbanyak dalam sejarah turnamen.
Baca Juga
Ada Masalah Apa? Organisasi HAM Laporkan Presiden FIFA Gianni Infantino
Namun, cara bermainnya kini sangat berbeda dibandingkan saat menjalani debut bersama Barcelona pada 2003. Messi tidak lagi mengandalkan ledakan kecepatan atau dribel panjang seperti masa mudanya.
Sebaliknya, Messi berkembang menjadi pengatur ritme permainan yang mampu menentukan jalannya pertandingan melalui visi, umpan, dan penyelesaian akhir yang tetap tajam.
Produktivitasnya pun belum menurun. Hingga semifinal, Messi memimpin daftar top skor Piala Dunia 2026 bersama penyerang Prancis Kylian Mbappe dengan koleksi delapan gol. Selain itu, dia juga telah menyumbang tiga assist, menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh sepanjang turnamen.
Statistik menunjukkan perubahan gaya bermain Messi. Dia melepaskan 33 tembakan dan menciptakan 21 peluang, sehingga terlibat langsung dalam 54 aksi ofensif. Catatan tersebut menjadi yang terbaik sejak Diego Maradona membawa Argentina juara pada Piala Dunia 1986.
Yang menarik, hampir setengah dari total jarak yang ditempuh Messi dilakukan dengan berjalan kaki. Sekitar 47 persen pergerakannya di lapangan berlangsung tanpa berlari, menjadi persentase tertinggi di antara seluruh pemain nonkiper yang tampil di Piala Dunia 2026.
Messi juga menjadi pemain outfield Argentina dengan rata-rata jarak tempuh paling rendah, yakni hanya 8,2 kilometer per pertandingan. Dia kini hanya melakukan rata-rata 2,7 sprint setiap laga, turun drastis dibandingkan 5,3 sprint per pertandingan pada Piala Dunia empat tahun lalu.
Meski lebih jarang berlari, efektivitas Messi justru meningkat. Dalam 15 pertandingan terakhirnya di Piala Dunia, dia mencatatkan 16 gol dan tujuh assist. Hanya Polandia yang berhasil membuatnya gagal mencetak gol maupun assist sepanjang periode tersebut.
"Ini semua berkat para pemain. Saya percaya mereka mampu melakukannya. Sebelum pertandingan, saya sempat berpikir untuk mengganti beberapa pemain, tapi mereka menunjukkan bahwa mereka mampu," ujar Lionel Scaloni, di situs resmi La Albiceleste.
Kini, tantangan berat menanti Inggris di semifinal. Pasukan Thomas Tuchel dituntut menemukan cara menghentikan pemain yang terus berevolusi sepanjang kariernya. Dari remaja lincah di Barcelona hingga maestro pengatur permainan bersama Argentina dan Inter Miami, Messi terus berubah, tapi tetap menjadi ancaman terbesar bagi setiap lawan.
Baca Juga
Sesumbar, John Terry Bilang Inggris Lebih Kuat dari Argentina
