Pelatih Spanyol Luis de la Fuente Tegaskan Timnya Fokus ke Belgia, Bukan Prancis
Poin Penting
|
INGLEWOOD, investortrust.id – Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menegaskan seluruh fokus timnya tertuju pada Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB. Dia menegaskan La Furia Roja tidak memikirkan lawan berikutnya sebelum memastikan lolos dari babak delapan besar.
Prancis telah lebih dulu mengamankan tempat di semifinal seusai mengalahkan Maroko 2-0. Tapi, De la Fuente memastikan hasil tersebut tidak mempengaruhi persiapan timnya menghadapi Belgia. Menurutnya, memandang terlalu jauh justru bisa menjadi kesalahan besar di fase gugur.
"Kami memang sempat menyaksikan pertandingan Prancis melawan Maroko dan saya rasa mereka tampil lebih baik. Tapi, pikiran kami hanya tertuju pada pertandingan melawan Belgia. Sebagai pendukung, orang boleh membicarakan semifinal, tetapi sebagai profesional kami tidak bisa seperti itu," ujar De la Fuente, dilansir Marca.
Baca Juga
Sempat Cedera Lawan Maroko, Kylian Mbeppe Beberkan Kondisi Terkini
Pelatih berusia 65 tahun itu mengingatkan bahwa lolos hingga perempat final bukan perkara mudah. Karena itu, seluruh perhatian tim difokuskan untuk melewati satu pertandingan demi satu pertandingan.
"Mencapai perempat final sudah sangat sulit. Tidak ada yang diberikan secara cuma-cuma di turnamen ini. Semua diraih lewat kerja keras, kondisi pemain yang prima, dan keputusan yang tepat. Kami tentu memikirkan masa depan, tetapi yang terpenting saat ini adalah pertandingan terdekat," kata De la Fuente.
Meski Belgia menyebut Spanyol sebagai favorit, De la Fuente mengaku tidak merasa terbebani. Dia menilai status unggulan tidak memiliki arti ketika pertandingan dimulai.
"Saya tidak takut mengakui jika banyak orang menganggap kami favorit. Tetapi, dalam pertandingan seperti ini tidak ada tim yang benar-benar lebih diunggulkan. Anggapan itu tidak menambah tekanan bagi kami," beber De la Fuente.
De la Fuente juga mengungkapkan tantangan terbesar sebagai pelatih justru datang saat menentukan susunan pemain. Dengan kualitas skuad yang merata, setiap keputusan diambil berdasarkan kebutuhan taktik menghadapi lawan, bukan sebagai bentuk hukuman kepada pemain yang dicadangkan.
"Menyusun daftar pemain dan menentukan starter adalah pekerjaan paling sulit. Setiap pertandingan berbeda dan setiap pemain memiliki karakteristik yang berbeda pula. Semua keputusan dibuat setelah menganalisis kekuatan lawan. Jika ada pemain yang tidak masuk tim utama, itu sama sekali bukan hukuman," jelas De la Fuente.
Mantan pelatih Spanyol U-21 itu turut memberikan pujian kepada para penjaga gawang yang dimilikinya. Menurut dia, kekuatan sebuah tim selalu berawal dari sosok kiper yang mampu memberikan rasa aman kepada seluruh lini pertahanan.
"Tim besar dibangun dari kiper yang hebat. Memiliki penjaga gawang berkualitas memberikan ketenangan. Unai Simon, David Raya, dan Joan Garcia adalah tiga di antara kiper terbaik di dunia. Mereka sangat cocok dengan gaya bermain yang kami inginkan," ujar De la Fuente.
Spanyol juga mencatat statistik impresif sepanjang Piala Dunia 2026. Selain menjadi tim dengan jumlah tembakan terbanyak, La Furia Roja belum kebobolan satu gol pun hingga memasuki perempat final.
"Kami selalu tampil solid dalam bertahan, tetapi di saat yang sama juga menjadi tim yang paling banyak melepaskan tembakan ke gawang. Itu menunjukkan kami merupakan tim yang disiplin, terorganisasi, dan seimbang," kata De la Fuente.
Dia turut memuji perkembangan Lamine Yamal yang dinilai terus menunjukkan kedewasaan meski kontribusi menyerangnya belum mencapai level terbaik. "Motivasi Lamine sangat tinggi dan itu bisa menjadi ancaman bagi lawan. Namun kami juga harus menjaganya agar semangat itu tidak berubah menjadi tekanan. Saya yakin penampilan terbaiknya masih akan datang," tutur De la Fuente.
De la Fuente menegaskan seluruh pemain berada dalam kondisi siap bertanding. Dia juga memastikan Spanyol telah mempersiapkan berbagai kemungkinan, termasuk jika pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.
"Kami selalu mempersiapkan semua skenario, termasuk adu penalti. Kami sudah menentukan para eksekutor utama, tapi pada akhirnya keputusan juga bergantung pada siapa yang berada di lapangan dan siapa yang paling siap mengambil tanggung jawab pada saat itu," pungkas De la Fuente.
Baca Juga
Hasil Pertandingan Piala Dunia 2026: Mimpi Semifinal Maroko Terhalang Prancis
