Thomas Tuchel Waspada Kejutan di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
ATLANTA, investortrust.id – Pelatih Inggris Thomas Tuchel meminta timnya tidak terlena dengan status unggulan saat menghadapi RD Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (2/7/2026) dini hari WIB. Menurutnya, tersingkirnya Jerman dan Belanda menjadi bukti bahwa tidak ada pertandingan mudah di fase gugur.
Inggris memang lebih diunggulkan untuk lolos ke babak 16 besar. Tapi, Tuchel menilai hasil-hasil mengejutkan yang terjadi pada awal fase knock-out menjadi pengingat bahwa perbedaan kualitas antartim di Piala Dunia kini semakin tipis.
Jerman harus angkat koper setelah kalah adu penalti dari Paraguay, sementara Belanda disingkirkan Maroko lewat drama serupa. Sebelumnya, Kanada juga baru memastikan kemenangan atas Afrika Selatan melalui gol pada injury time. Sedangkan Maroko memaksakan hasil imbang melawan Belanda pada menit-menit akhir sebelum akhirnya menang lewat adu penalti.
Baca Juga
Hasil Pertandingan Piala Dunia 2026: Panggung Kylian Mbappe dan Erling Haaland!
"Memang seperti itulah karakter sepak bola di fase gugur. Belanda melawan Maroko terasa seperti pertandingan perempat final atau semifinal. Begitu juga Brasil melawan Jepang yang kualitasnya layak menjadi laga delapan besar di turnamen mana pun," ujar Tuchel, dilansir ESPN.
Menurut pelatih asal Jerman itu, berbagai hasil tersebut justru membuat Inggris harus lebih tenang dalam menyikapi pertandingan melawan RD Kongo. Dia tidak ingin para pemainnya dibebani ekspektasi berlebihan hanya karena menyandang status favorit.
"Apa yang saya lihat dari turnamen ini membuat kami lebih tenang. Selisih kualitas antartim sangat tipis. Pertandingannya berlangsung ketat dan itu membantu kami agar tidak berekspektasi terlalu tinggi. Kami harus memahami seperti apa Piala Dunia kali ini," kata Tuchel.
Tuchel menilai hampir seluruh peserta datang dengan persiapan matang. Organisasi permainan dan pertahanan yang solid membuat setiap laga menjadi sangat sulit dimenangkan, terutama bagi tim yang lebih diunggulkan.
"Semua tim memiliki organisasi permainan yang baik, bertahan dengan kualitas tinggi, dan datang dengan persiapan yang matang. Sangat sulit membongkar pertahanan lawan, apalagi ketika Anda datang sebagai favorit dan menghadapi tim yang tidak memiliki beban. Karena itu kami harus tetap tenang, menerima situasi ini, lalu memaksimalkan kesempatan yang ada," ucap Tuchel.
Meski Inggris berada di peringkat keempat dunia FIFA, sedangkan RD Kongo menempati posisi ke-46, Tuchel menegaskan peringkat bukan jaminan kemenangan. Ia bahkan memperkirakan tim Afrika itu akan tampil lepas karena tidak dibebani ekspektasi.
"Lawan kami akan bermain sebagai underdog, dan itu selalu menjadi posisi yang lebih mudah. Kami memahami situasi tersebut dan tahu bagaimana harus menghadapinya. Pendekatan kami tetap sama, yaitu rendah hati dan fokus pada permainan kami sendiri," tutur Tuchel.
Pelatih berusia 52 tahun itu juga meminta para pemainnya tidak terlalu memikirkan statistik maupun prediksi sebelum pertandingan dimulai. Baginya, yang terpenting adalah mampu menjawab tantangan yang muncul selama 90 menit di lapangan.
"Tidak penting apa kata peringkat FIFA atau bagaimana orang memprediksi pertandingan ini. Kami harus menjawab apa yang diminta pertandingan ketika laga berlangsung. Untuk itu kami membutuhkan ketenangan, pola pikir yang tepat, dan kesiapan untuk menampilkan performa terbaik. Saya yakin kami siap," pungkas Tuchel.
Baca Juga
Sikat Ekuador, Meksiko Cetak Sejarah Menang di Fase Knock-out Perdana dalam 40 Tahun
