Lawan Brasil di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Dapat Ujian Sesungguhnya
Poin Penting
|
ARLINGTON, investortrust.id – Jepang akan mendapatkan tantangan menarik di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah gagal mewujudkan ambisi menjadi juara Grup F. Samurai Biru akan bertemu Brasil, lawan yang dikalahkan pada FIFA Matchday edisi Oktober 2025.
Sejak sebelum Piala Dunia dimulai, Jepang berulang kali menegaskan target mereka bukan sekadar lolos dari fase grup, melainkan melangkah hingga menjadi juara dunia. Karena itu, finish di puncak klasemen Grup F sejatinya akan menjadi pernyataan kuat bahwa mereka benar-benar siap bersaing dengan negara-negara elite sepak bola.
Peluang tersebut sempat terbuka ketika Daizen Maeda membawa Jepang unggul pada menit ke-56 saat menghadapi Swedia. Pada saat bersamaan, Belanda juga sempat kehilangan keunggulan nyaman atas Tunisia sehingga satu gol saja sudah cukup mengantarkan Jepang ke posisi teratas klasemen.
Baca Juga
Cek Videonya! Momen Selebrasi Gila Pelatih Ekuador Sebastian Beccacece
Namun, situasi berubah sangat cepat. Anthony Elanga menyamakan kedudukan untuk Swedia hanya beberapa menit kemudian. Sementara Belanda kembali memperlebar keunggulan atas Tunisia. Hasil itu membuat Jepang harus puas finish di peringkat kedua Grup F. Sedangkan Belanda keluar sebagai juara grup.
"Babak pertama berlangsung sangat ketat. Di sisi lain, pada babak kedua kami sempat unggul, tapi setelah kebobolan gol penyeimbang, momentum beralih ke pihak lawan,” ujar penjaga gawang Samurai Biru, Zion Suzuki, di situs resmi FIFA.
Meski gagal merebut posisi puncak, hasil tersebut tidak mengubah keyakinan di kubu Samurai Biru. Para pemain Jepang tetap percaya mereka memiliki kualitas untuk mengalahkan siapa pun di Piala Dunia 2026, termasuk Brasil yang sudah lima kali menjadi juara dunia.
Pertemuan melawan Selecao juga menghadirkan cerita menarik. Perkembangan sepak bola Jepang selama lebih dari tiga dekade terakhir tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Brasil. Sejak kedatangan Zico pada 1991, sepak bola Jepang berkembang pesat, baik di level klub maupun tim nasional.
Kini, Jepang bukan lagi tim kejutan seperti saat pertama kali tampil di Piala Dunia pada 1998. Samurai Biru menjelma menjadi salah satu tim dengan identitas permainan yang kuat, mengandalkan penguasaan bola, pergerakan cepat, dan kombinasi umpan yang rapi.
Gol Daizen Maeda ke gawang Swedia menjadi contoh sempurna filosofi permainan tersebut. Proses gol diawali kombinasi satu-dua sentuhan antara Ritsu Doan dan Ayase Ueda sebelum Doan melepaskan umpan terukur yang diselesaikan Maeda dengan tenang. Permainan atraktif itu juga terlihat ketika Jepang menghancurkan Tunisia 4-0.
Namun, tantangan sebenarnya baru dimulai saat mereka harus berhadapan dengan Brasil, negara yang selama ini menjadi salah satu inspirasi terbesar perkembangan sepak bola Jepang.
Ini bukan pertemuan pertama. Pada 14 Oktober 2025, Jepang menjamu Brasil dalam FIFA Matchday di Tokyo. Saat itu, secara luar biasa Samurai Biru menang 3-2. Jika Samurai Biru benar-benar tampil tanpa rasa takut serta berani memainkan sepak bola menyerang seperti yang dilakukan delaoan bulan lalu, kejutan lain mungkin saja terjadi.
“Saya pikir kami berhasil mencapai hal yang penting, yakni meminimalkan kebobolan, tidak kalah, dan setidaknya mengamankan satu poin (lawan Swedia). Mampu membawa momentum tak terkalahkan ini ke pertandingan melawan Brasil berikutnya tentu menjadi hal yang positif," ungkap Zion Suzuki.
Baca Juga
Hasil Pertandingan Piala Dunia 2026: Australia Ikut Jepang Wakili Asia di Babak 32 Besar
