Standar Ganda? Tutup Mulut Seperti Miguel Almiron, Jude Bellingham Lolos Kartu Merah
Poin Penting
|
BOSTON, investortrust.id – Aksi gelandang Inggris Jude Bellingham yang terlihat menutupi mulut saat berbicara dengan bintang Ghana, Jordan Ayew, memicu perdebatan di Piala Dunia 2026. FIFA dianggap menerapkan standar ganda karena Miguel Almiron sebelumnya dikartu merah terkait “Vinicius Rule”.
Inggris gagal mengalahkan Ghana dalam pertandingan berat sebelah. Meski punya penguasaan bola 79%, The Three Lions gagal menghasilkan gol.
Selain kritik soal hasil, banyak pihak ternyata mempertanyakan Keputusan wasit dan VAR terkait Jude Bellingham yang tidak mendapat kartu merah. Padahal FIFA baru saja menerapkan aturan yang memungkinkan pemain diusir jika berbicara sambil menutupi mulut.
Baca Juga
Hadiah Ulang Tahun, Lionel Messi Dapat Patung Setinggi 26 Meter di Patagonia
Aturan baru tersebut diperkenalkan khusus untuk Piala Dunia 2026 atas permintaan Presiden FIFA Gianni Infantino. Kebijakan itu lahir setelah pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dijatuhi larangan bermain enam pertandingan oleh UEFA karena melakukan tindakan homofobik terhadap Vinicius Jr pada laga Liga Champions pada Februari lalu.
Di turnamen ini, Paraguay menjadi tim pertama yang merasakan dampak Vinicius Rule. Gelandang Miguel Almiron diganjar kartu merah saat menghadapi Turkiye setelah VAR menilai dirinya melanggar ketentuan tersebut. Dia harus menjalani skorsing satu pertandingan dan dipastikan absen pada laga terakhir melawan Australia.
Namun, kasus Jude Bellingham ternyata berbeda menurut FIFA. Mereka menegaskan, menutup mulut saat berbicara tidak sepenuhnya dilarang. Sanksi kartu merah hanya diberikan jika tindakan itu dilakukan dalam situasi konfrontatif atau pertengkaran dengan pemain lawan.
Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, sebelumnya sudah menjelaskan batasan aturan tersebut. “Pemain tetap bisa menutup mulut dengan tangan atau jersey ketika berbicara dengan teman. Hal itu normal dilakukan sebelum, selama, atau setelah pertandingan,” katanya, dilansir BBC Sport.
“Jika percakapannya bersifat ramah, mereka dapat melakukannya tanpa masalah. Namun, ketika percakapan itu bersifat konfrontatif, menutup mulut berarti ada sesuatu yang salah dan sanksinya adalah kartu merah,” tambah Collina.
Dalam laga Inggris melawan Ghana yang berakhir imbang 0-0, tidak ada ketegangan antara Jude Bellingham dan Jordan Ayew. Keduanya hanya terlihat berbincang biasa di tengah pertandingan sehingga VAR tidak memiliki alasan untuk merekomendasikan kartu merah.
Situasi berbeda terjadi pada kasus Almiron. Saat itu pertandingan sedang memanas setelah penyerang Paraguay Isidro Pitta terjatuh dan memicu keributan antara kedua tim. Di tengah suasana panas tersebut, Almiron berbicara kepada bek Turkiye Mert Muldur sambil menutupi mulutnya.
“Masalah menutup mulut ini adalah aturan yang sangat penting bagi kami. Ini tentang rasa hormat dan contoh yang harus kita berikan. Jika tidak ada yang disembunyikan, maka anda tidak perlu menutup mulut ketika berbicara dengan seseorang. Aturannya sudah dijelaskan dengan sangat jelas kepada semua orang,” kata Infantino.
Namun, aturan baru FIFA ini juga menuai kritik. Sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut berpotensi disalahgunakan, karena pemain bisa saja memancing lawan melakukan gerakan tertentu demi mendapatkan kartu merah.
Baca Juga
Guillermo Ochoa Berpeluang Ukir Sejarah dengan Meksiko di Piala Dunia 2026
