Kenalan dengan Teranostik, Cara Modern Melacak Sekaligus Menargetkan Kanker Tiroid
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Tahukah Anda bahwa dokter dapat menemukan lokasi sel kanker sekaligus memastikan terapi yang diberikan benar-benar menargetkan sel dengan lebih tepat?
Pendekatan ini dikenal dengan sebutan teranostik, yaitu inovasi dalam kedokteran nuklir yang menggabungkan proses diagnosis dan terapi dalam satu rangkaian penanganan. Istilah teranostik sendiri berasal dari penggabungan kata therapy (terapi) dan diagnostics (diagnosis).
Menurut dr. Yustia Tuti, Sp.KN, di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, kedokteran nuklir memiliki peran penting dalam seluruh tahapan penanganan kanker tiroid, mulai dari evaluasi hingga terapi lanjutan. “Melalui pendekatan teranostik, dokter dapat memahami kondisi penyakit sekaligus menentukan terapi yang paling sesuai bagi setiap pasien, sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih presisi dan efektif dengan tetap menjaga jaringan sehat,” jelasnya.
Seiring berkembangnya layanan kedokteran nuklir di Indonesia, pasien kini memiliki akses yang lebih luas terhadap pendekatan teranostik. Jika sebelumnya pasien yang mencari layanan teranostik harus ke rumah sakit di negara tetangga seperti Malaysia, kini pendekatan ini juga dapat diakses di dalam negeri.
Pendekatan teranostik memungkinkan hasil pemeriksaan tidak berhenti pada diagnosis, tetapi menjadi dasar dalam penentuan terapi yang lebih sesuai sehingga penanganan dapat dilakukan lebih terarah sejak tahap awal evaluasi, yang umumnya dimulai dari temuan berupa benjolan pada leher atau kelainan pada kelenjar tiroid, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan untuk memahami karakteristik penyakit.
Baca Juga
PET-CT Scan Jadi Kunci Deteksi Dini Kekambuhan Kanker Pascaterapi
Setelah penanganan dilakukan, sebagian pasien masih memerlukan evaluasi untuk memastikan tidak ada jaringan tiroid maupun sel kanker yang tersisa. Pada tahap ini, kedokteran nuklir membantu dokter memperoleh gambaran kondisi penyakit secara lebih akurat sebagai dasar penentuan langkah berikutnya.
Pada kasus kanker tiroid tertentu, salah satu terapi yang dapat diberikan adalah terapi radioiodin. “Berdasarkan hasil evaluasi, dokter dapat menentukan apakah pasien memerlukan terapi ini sebagai bagian dari penanganan lanjutan. Terapi ini bekerja dengan memanfaatkan kemampuan alami sel tiroid dalam menyerap yodium untuk membantu menargetkan jaringan yang masih tersisa setelah operasi,” tutur dr. Yustia.
Untuk memastikan kondisi pasien tetap terpantau dengan baik, pemeriksaan lanjutan dengan pencitraan medis sering kali diperlukan untuk melihat kondisi tubuh secara lebih menyeluruh. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di Poli Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), termasuk PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan.
Pemeriksaan tersebut membantu dokter memperoleh gambaran kondisi tubuh secara menyeluruh (whole-body imaging), dengan hasil pencitraan yang lebih tajam, waktu pemeriksaan lebih cepat, serta paparan radiasi yang lebih rendah (low radiation) dibandingkan teknologi serupa di Indonesia.
Fasilitas ini juga hanya dimiliki oleh kurang dari 10 rumah sakit di Indonesia. Keunggulan ini sangat penting, terutama bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan berulang, karena membantu meminimalkan risiko jangka panjang.
Sebagai bagian dari pendekatan Comprehensive Cancer Care, layanan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan terintegrasi dengan Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang secara komprehensif menangani tumor dan kanker secara berkelanjutan.
Layanan ini didukung kolaborasi tim dokter multidisiplin, Tumor Board yang aktif memberikan rencana perawatan yang tepat, serta Patient Navigator yang terdiri atas dokter dan perawat untuk mendampingi pasien selama perawatan.
Bagi Anda dan keluarga yang membutuhkan pemeriksaan akurat serta evaluasi kanker dengan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan, dapat menjadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis onkologi dan kedokteran nuklir di Mayapada Hospital melalui Call Center 150770 atau aplikasi MyCare, serta layanan Emergency 150990 untuk kondisi gawat darurat medis.
Selain itu, Anda dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori yang terbakar, dan Body Mass Index (BMI).
Baca Juga
Kedokteran Nuklir dan PET-CT Scan, Kunci Radioterapi Kanker Lebih Tepat Sasaran

