Tak Sabar Menanti Aksi Erling Haaland dan Norwegia di Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
FOXBOROUGH, investortrust.id – Selama bertahun-tahun, Erling Haaland telah memenangi hampir semua gelar bergengsi di level klub. Dua trofi Liga Premier, Liga Champions, serta berbagai penghargaan individu di Austria, Jerman, dan Inggris sudah dia koleksi. Tapi, ada satu hal yang selalu terasa kurang bagi mesin gol Manchester City tersebut, membawa Norwegia ke Piala Dunia.
Penantian panjang itu akhirnya berakhir pada November lalu di Milan. Kemenangan 4-1 atas Italia memastikan Norwegia lolos ke Piala Dunia 2026, sekaligus mengakhiri puasa tampil selama 28 tahun. Bagi Haaland, ini akan menjadi turnamen internasional besar pertamanya bersama tim nasional senior.
Kontribusi sang striker sangat luar biasa. Haaland mencetak 16 gol sepanjang kualifikasi UEFA, delapan gol lebih banyak dibanding pemain lain, hanya dalam delapan pertandingan. Bahkan, dia mencetak dua gol hanya dalam waktu dua menit pada laga penentuan di San Siro.
Baca Juga
Piala Dunia 2026 Makan Korban Pelatih: Sabri Lamouchi Out, Herve Renard In!
Bagi penyerang berusia 25 tahun itu, lolos ke Piala Dunia memiliki arti jauh lebih besar dibanding sekadar pencapaian statistik. Dia mengakui karier gemilangnya akan terasa belum lengkap tanpa membawa Norwegia kembali ke panggung sepak bola terbesar dunia.
“Ya, tentu saja. Rasanya ada yang kurang ketika kami gagal lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar dan Euro 2024. Sekarang akhirnya terjadi, dan memang sudah waktunya,” ujar Haaland, dilansir ESPN.
“Ada tekanan yang sangat besar. Bahkan sampai sekarang tekanan itu masih ada. Sejak pertama kali bermain untuk tim nasional, saya selalu merasakan tekanan untuk membawa Norwegia ke Piala Dunia. Semakin lama saya berada di tim ini, semakin besar tanggung jawab di pundak saya. Karena itu, berhasil lolos memberikan perasaan yang luar biasa,” tambah Haaland.
“Lolos ke Piala Dunia adalah sesuatu yang sangat spesial. Saya sangat menantikannya. Ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa. Akhirnya,” lanjut Haaland.
Bagi Haaland, momen ini terasa istimewa karena semasa kecil dia tidak pernah menyaksikan Norwegia tampil di Piala Dunia. Lahir dan tumbuh di Bryne, kota kecil di selatan Norwegia, dia hanya bisa menikmati kenangan turnamen dari negara lain.
“Saya tidak pernah mengalami Norwegia bermain di Piala Dunia sepanjang hidup saya. Sekarang anak-anak Norwegia bisa merasakan bagaimana rasanya mendukung negara mereka sendiri di Piala Dunia, dan saya yakin mereka akan mengingat momen ini selamanya,” kata Haaland.
“Saya ingat laga pembuka Piala Dunia 2010 antara Afrika Selatan melawan Meksiko. Saya juga ingat betapa luar biasanya James Rodriguez pada 2014. Piala Dunia selalu melahirkan momen spesial, dan semoga sekarang kami bisa menjadi bagian dari momen itu,” beber Haaland.
Haaland sendiri lahir di Leeds, Inggris, pada 2000 ketika ayahnya, Alf-Inge Haaland, masih berkarier sebagai pesepak bola profesional. Meski memiliki kewarganegaraan ganda yang membuatnya berpeluang membela Inggris, dia tidak pernah ragu memilih Norwegia.
Kecintaannya terhadap negara asalnya bahkan melampaui sepak bola. Pada Maret lalu, Haaland membeli buku langka peninggalan era Viking seharga 1,3 juta kroner Norwegia atau sekitar US$136.000 (Rp2,2 miliar). Buku karya sejarawan abad ke-13 Snorri Sturluson yang dicetak pada 1594 itu kemudian dia sumbangkan ke perpustakaan di Bryne agar dapat dinikmati masyarakat.
“Saya bangga menjadi orang Norwegia. Negara kami memiliki sejarah yang luar biasa dan itulah alasan saya melakukannya,” ujar Haaland.
Piala Dunia 2026 juga memiliki nilai emosional tersendiri bagi keluarganya. Sang ayah merupakan bagian dari skuad Norwegia yang tampil pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Kini, lebih dari tiga dekade kemudian, Haaland akan mengikuti jejak ayahnya bermain di Amerika Utara.
“Tentu ini sangat spesial. Ayah saya juga pernah bermain di Piala Dunia untuk Norwegia, terlebih lagi berlangsung di Amerika Serikat. Itu membuat semuanya terasa lebih istimewa,” kata Haaland.
Di Piala Dunia 2026, Norwegia tergabung dalam grup yang berat bersama Prancis, Senegal, dan Irak. Salah satu pertandingan yang paling dinantikan adalah duel Haaland melawan Kylian Mbappe, dua superstar sepak bola dunia yang selama ini kerap bertemu di Liga Champions.
“Saya pikir ini grup yang sulit. Semua tim di Piala Dunia punya kualitas spesial karena mereka pantas berada di sini. Setiap pertandingan akan sulit. Piala Dunia selalu menghadirkan kejutan. Lihat saja Arab Saudi yang mengalahkan Argentina pada 2022, tapi akhirnya Argentina justru menjadi juara dunia. Itulah yang membuat Piala Dunia sangat istimewa,” ujar Haaland
Meski banyak pihak mulai menempatkan Norwegia sebagai kuda hitam turnamen, Haaland tidak ingin menetapkan target berlebihan. Baginya, berhasil lolos saja sudah menjadi pencapaian besar.
“Saya tidak terlalu memikirkan target karena tujuan utama saya adalah membawa Norwegia lolos. Sejujurnya, sekarang apa pun yang terjadi akan menjadi bonus,” tutur Haaland.
Setelah bertahun-tahun hanya menjadi penonton dan menyaksikan negara lain bersinar di Piala Dunia, Haaland akhirnya akan tampil di panggung yang selama ini dia impikan. Bagi generasi emas Norwegia, perjalanan ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bukan sekadar turnamen, melainkan momen untuk mengembalikan nama negara mereka ke peta sepak bola dunia.
Baca Juga
Lupakan Politik, Pendukung dan Penentang Rezim Iran Bersatu di Stadion Piala Dunia 2026
