Bukan Argentina! Bursa Taruhan Internasional Piala Dunia 2026 Jagokan Spanyol dan Prancis
Poin Penting
|
WASHINGTON DC, investortrust.id – Spanyol dan Prancis muncul sebagai dua kandidat terkuat Piala Dunia 2026 berdasarkan sejumlah bursa taruhan internasional. Dominasi keduanya tercermin dari besarnya dukungan para petaruh yang menempatkan kedua negara sebagai favorit utama.
Sejumlah rumah taruhan internasional menempatkan Spanyol di posisi teratas sebagai calon juara. Sementara Prancis berada tepat di belakangnya atau berbagi status favorit bersama La Furia Roja.
Dalam beberapa pekan terakhir, arus taruhan untuk kedua tim meningkat tajam seiring mendekatnya turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Data dari berbagai operator taruhan menunjukkan lebih dari 30 persen total taruhan juara dunia mengarah kepada Spanyol dan Prancis. Bahkan hampir setengah nilai transaksi taruhan pasar juara dunia berasal dari dua negara tersebut.
Baca Juga
Maskot Korea Selatan Son Heung-min Siap Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
Direktur Sportsbook DraftKings, Johnny Avello, mengaku terkejut melihat besarnya minat publik terhadap kedua tim. "Saya tidak menyangka akan ada aliran uang yang terus-menerus untuk kedua tim ini. Mereka memang menjadi favorit sejak awal, tetapi dalam beberapa waktu terakhir jumlah taruhan yang masuk meningkat sangat signifikan," kata Avello, dilansir ESPN.
Menurut analis taruhan Caesars Sportsbook, Mark Bickerdike, Spanyol dan Prancis memang pantas disebut sebagai tim yang harus dikalahkan pada Piala Dunia 2026. Di bawah mereka terdapat kelompok penantang yang dihuni Inggris, Argentina, dan Brasil.
Hanya saja, Portugal menjadi tim yang cukup mencuri perhatian pasar taruhan. Dukungan terhadap negara yang diperkuat Cristiano Ronaldo itu meningkat pesat sehingga peluang juaranya terus membaik dibanding beberapa pekan sebelumnya.
Sejarah menunjukkan status favorit tidak selalu berakhir dengan gelar juara. Dalam sejarah Piala Dunia, tim yang berstatus unggulan utama sebelum turnamen hanya tiga kali berhasil memenuhi ekspektasi, yakni Jerman Barat pada 1974, Brasil pada 1994, dan Spanyol pada 2010.
Sementara Italia tercatat sebagai juara dengan status underdog terbesar ketika menjuarai Piala Dunia 1982. Saat itu peluang juara Gli Azzurri hanya 18 banding 1.
Menariknya, meski peluang juaranya relatif kecil, tuan rumah Amerika Serikat justru menjadi salah satu tim yang paling banyak didukung publik domestik. Bermain di kendang membuat banyak warga Negeri Paman Sam cukup optimistis tim nasional mereka mampu menciptakan kejutan.
Dengan peluang juara sekitar 60 banding 1, Amerika Serikat menjadi salah satu tim yang paling banyak dipilih oleh petaruh lokal. Jika mampu melaju jauh atau bahkan menjuarai turnamen, operator taruhan berpotensi menanggung kerugian besar.
"Orang-orang ingin menyaksikan tim mereka bermain, berharap mereka menang, dan memasang taruhan untuk itu. Apalagi sekarang pertandingan berlangsung di negara kami sendiri serta berdekatan dengan Kanada dan Meksiko. Antusiasmenya tentu semakin besar," ujar Avello.
"Kami akan tetap memberikan peluang yang wajar dan membiarkan publik bertaruh. Jika Amerika Serikat akhirnya juara, itu akan menjadi hal luar biasa bagi negara kami meskipun kami harus menanggung konsekuensinya," lanjut Avello.
Selain Amerika Serikat, ada satu negara yang menjadi kejutan di pasar taruhan, yakni Haiti. Tim asal Karibia tersebut datang ke Piala Dunia dengan peluang juara mencapai 2.500 banding 1, menjadikannya salah satu tim dengan kemungkinan juara paling kecil dalam turnamen.
Meski peluangnya sangat tipis, tetap ada petaruh yang berani mengambil risiko. Salah satu pelanggan BetMGM bahkan memasang taruhan sebesar US$1.000 (Rp16,3 juta) untuk Haiti menjadi juara dunia. Jika skenario sensasional itu benar-benar terjadi, perusahaan taruhan tersebut harus membayar hadiah mencapai US$2,5 juta (Rp40,8 miliar).
Baca Juga
FIFA Banjir Kritik Akibat Kekacauan Piala Dunia 2026, Gianni Infantino Santai

