Akhirnya, Tottenham Hotspur Selamat Dari Jurang Degradasi
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Tottenham Hotspur akhirnya selamat dari ancaman degradasi paling memalukan dalam sejarah mereka di Liga Premier. Kemenangan atas Everton pada laga terakhir memastikan Spurs tetap bertahan di kasta tertinggi sekaligus mengirim West Ham United turun ke Championship.
Atmosfer emosional langsung terasa di stadion seusai peluit akhir berbunyi. Para pemain dan suporter Tottenham Hotspur bersama-sama menyanyikan lagu kebesaran klub setelah kemenangan penting atas Everton, yang memastikan mereka lolos dari degradasi.
Namun, selebrasi tersebut tidak sepenuhnya diwarnai kebahagiaan. Di tengah euforia bertahan di Liga Premier, suporter Spurs juga meluapkan kemarahan kepada pemilik klub. Sebuah spanduk bertuliskan “Promised Success. Delivering Failure. ENIC out” (Kesuksesan yang Dijanjikan. Menghadirkan Kegagalan. ENIC keluar) terbentang di tribun sebagai bentuk protes terhadap manajemen.
Baca Juga
Fakta Unik Dibalik Gelar Juara Super League 2025/2026 Milik Persib Bandung
Musim 2025/2026 memang menjadi salah satu periode paling buruk dalam sejarah modern Tottenham. Klub asal London Utara itu hanya meraih tiga kemenangan kandang sepanjang kompetisi liga dan kembali finish di posisi ke-17 untuk musim kedua secara beruntun.
Keselamatan Spurs tidak lepas dari peran Roberto de Zerbi. Pelatih asal Italia tersebut datang di tengah kekacauan setelah kegagalan era Thomas Frank dan Igor Tudor.
Frank hanya bertahan delapan bulan sebelum dipecat. Sedangkan Igor Tudor bahkan hanya memimpin selama 44 hari akibat rentetan hasil buruk. Kehadiran De Zerbi kemudian berhasil mengubah suasana ruang ganti dan membangkitkan mental tim.
Pelatih berusia 46 tahun itu sukses membawa Spurs meraih kemenangan penting atas Wolverhampton Wanderers, Aston Villa, dan Everton untuk memastikan kelangsungan klub di Liga Premier. “Sekarang sekitar pukul tujuh malam, dan pukul delapan atau sembilan nanti kami langsung mulai bekerja untuk musim depan,” ujar De Zerbi, di situs resmi Spurs.
Mantan pelatih Brighton tersebut menegaskan Tottenham membutuhkan perubahan besar agar tidak kembali berada di zona bawah musim depan. “Musim depan kami harus membangun tim yang benar-benar kuat. Kami tidak perlu mengganti terlalu banyak pemain, tetapi kami harus mendatangkan pemain level atas,” lanjut De Zerbi.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/SpursOfficial/status/2058654790347849912?ref_src=twsrc%5Etfw
Meski berhasil bertahan, Tottenham tetap mendapat sorotan tajam. Klub dengan stadion megah, basis suporter besar, dan pemasukan besar dari Liga Champions justru nyaris terlempar ke divisi dua akibat serangkaian keputusan buruk di dalam maupun luar lapangan.
Performa sejumlah pemain juga dinilai jauh dari harapan. Cedera panjang yang dialami James Maddison dan Dejan Kulusevski memang memengaruhi permainan tim, tetapi dianggap bukan alasan utama atas buruknya performa Tottenham sepanjang musim.
Kapten tim Cristian Romero juga belum dipastikan bertahan musim depan. Sementara bek asal Belanda Micky van de Ven menegaskan posisi ke-17 tidak layak untuk klub sebesar Spurs. “Saya sangat yakin dengan manajer yang tepat sekarang. Tapi finish di posisi ke-17 dua musim beruntun tidak bisa diterima,” katanya.
Di sisi lain, De Zerbi tetap memuji mental para pemainnya saat menghadapi Everton. “Saya sangat bahagia dengan penampilan tim. Mereka menunjukkan karakter dan mentalitas luar biasa. Mungkin ini pertandingan terbaik kami sejak saya datang,” ujar pelatih asal Italia tersebut.
Kini, Tottenham memang berhasil menghindari mimpi buruk degradasi. Namun, tekanan terhadap manajemen dan pemilik klub dipastikan belum akan berhenti. Musim panas ini menjadi momen penting bagi Spurs untuk membangun ulang tim agar tidak kembali terjebak dalam situasi memalukan musim depan.
Baca Juga
Berpacu dengan Waktu, Bek Arsenal Jurrien Timber Ingin Main di Final Liga Champions

