WHO Naikkan Status Waspada Virus Ebola Jadi “Sangat Tinggi”, 10 Negara Berikut Rawan Terdampak
Poin Penting
|
RWANDA, investortrust.id - Africa Centres for Disease Control and Prevention memperingatkan 10 negara di Afrika berisiko terdampak wabah Ebola menyusul lonjakan kasus di Republik Demokratik Kongo, sementara World Health Organization (WHO) menaikkan status kewaspadaan menjadi “sangat tinggi”.
Virus Ebola adalah penyakit sangat menular yang menyebabkan demam berdarah parah, kegagalan organ, dan kematian. Disebabkan oleh famili Filoviridae, virus ini memiliki tingkat fatalitas rata-rata sekitar \(50\%\) hingga \(90\%\). Wabah saat ini terkonsentrasi di wilayah Afrika Tengah dan Timur
Melansir Antara, Minggu (24/5/2026) Kepala Africa CDC Jean Kaseya mengatakan, negara yang masuk kategori berisiko tinggi meliputi Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia.
Sebagian besar negara tersebut berbatasan langsung dengan DR Kongo atau Uganda yang saat ini telah melaporkan kasus Ebola.
Baca Juga
Antisipasi Hantavirus, Prudential Klaim Lebih Siap Berkat Pengalaman Pandemi Covid-19
Africa CDC dan WHO juga mengajukan pendanaan lebih dari US$314 juta untuk mendukung respons penanganan wabah Ebola di kawasan Afrika. Sebagian besar dana dialokasikan untuk DR Kongo dan Uganda guna mendukung pengobatan, pengawasan, dan pencegahan penyebaran wabah.
Sementara itu, sekitar US$54 juta disiapkan bagi 10 negara berisiko tinggi untuk memperkuat sistem mitigasi, termasuk koordinasi lintas batas, riset vaksin strain Bundibugyo, pengiriman tim tambahan, dan penempatan stok darurat.
Wabah Ebola di DR Kongo diumumkan pada 15 Mei 2026 di Provinsi Ituri dan kemudian menyebar ke Provinsi Kivu Utara serta Kivu Selatan.
Baca Juga
WHO melaporkan sekitar 750 kasus suspek dan 177 kematian suspek akibat Ebola di DR Kongo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 82 kasus dan tujuh kematian telah terkonfirmasi.
Di Uganda, kementerian kesehatan setempat melaporkan tiga kasus baru sehingga total kasus terkonfirmasi dalam wabah saat ini menjadi lima kasus.
Pemerintah DR Kongo juga mulai memperketat pembatasan sosial di wilayah terdampak, termasuk melarang kerumunan lebih dari 50 orang di sejumlah zona kesehatan di Ituri guna menekan penyebaran virus.

