Alfamidi dan Bank Sampah Sakura Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Warga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kolaborasi Alfamidi dan Bank Sampah Sakura, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan melalui program Kampung Merdeka Alfamidi mendapat apresiasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI Jakarta.
Auditor Madya BPKP DKI Jakarta, Sandy Harbin mengatakan, langkah kolaborasi ini baik, selain pemilahan dan penyetoran sampah, ada pelatihan setiap bulannya dengan nasabah dan komunitas.
“Kami sudah melihat bank sampah ini, apa yang mereka lakukan sudah sangat baik dan ke depannya supaya berkembang lebih baik lagi,” katanya dalam siaran pers, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga
BNI Integrasikan Ekonomi Sirkular dan Inklusi Keuangan Lewat Program Agen46 Bank Sampah
Corporate Communication Manager Alfamidi, Retriantina Marhendra mengungkapkan, program ini ingin menjadi bagian dalam upaya mendorong peningkatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Melalui kolaborasi dengan bank sampah, selain fokus pada aspek lingkungan, program ini juga membuka peluang ekonomi sirkular bagi warga,” katanya.
Selain aktivitas penyetoran sampah terpilah, nasabah juga mengikuti berbagai kegiatan pengelolaan sampah secara produktif seperti pembuatan eco enzyme dari sampah organik, sabun dari jelantah, anyaman tikar dari sampah sachet, tanam dengan pot galon bekas, serta edukasi lingkungan bagi anak-anak sekolah di bank sampah.
Ketua Bank Sampah Sakura, Sudi Asmoro berharap ada dukungan sinergi untuk memajukan bank sampah supaya lebih maju lagi.
Baca Juga
Kampung Merdeka Alfamidi adalah program corporate social responsibility (CSR) Alfamidi menggandeng bank sampah untuk mendorong pengelolaan sampah secara berkelanjutan berbasis sirkular ekonomi. Sampah dipilah, dikelola dan bisa bernilai rupiah.
Saat ini, program Kampung Merdeka Alfamidi sudah berjalan di Jakarta, Medan, Makassar, Samarinda, Manado, Palu dan Kendari dengan menggandeng sejumlah bank sampah dan memiliki lebih dari 700 nasabah.

