Keramik Jakarta Mencuri Hati Delegasi KTT ASEAN
JAKARTA, investortrust.id – Deretan tableware bertema kucing memakai masker terlihat unik dan menggemaskan, sekaligus mengingatkan pandemi Covid-19 yang telah berhasil kita lewati. Ada pula gelas-gelas keramik berjajar rapi, bertuliskan Jakarta dengan motif ondel-ondel dan Tugu Monas. Para pengunjung pameran dari delegasi KTT Asean pun terlihat asyik memilih-milih beragam produk yang mencuri hatinya.
Gelas keramik bertuliskan Jakarta dengan motif ondel-ondel dan Tugu Monas banyak digemari delegasi ASEAN, di antaranya dari Filipina dan Kamboja. Mereka bahkan memborong produk buatan Antin Sambodo dari Jinjit Pottery ini untuk dijadikan suvenir khas dari Indonesia.
Selain itu, ada juga pembeli dari Indonesia. Salah satunya adalah Mira (42) yang membeli lilin aromaterapi. “Saya membeli lilin aromaterapi karena unik, bermotif ondel-ondel khas Jakarta. Ini untuk suvenir buat teman saya orang India, yang akan balik ke negaranya,” kata Mira.
Di gerai Jinjit Pottery tersaji pula banyak pilihan gelas-gelas keramik dengan motif kucing yang lucu. Keramik apik buatan Antin Sambodo ini juga menarik perhatian pengunjung pameran ASEAN Weekend Market di Gedung Serbaguna Senayan, yang digelar pada 1-3 September 2023.
Baca Juga
Perempuan yang pernah berprofesi sebagai arsitek itu mengikuti pameran dengan mengusung label Jinjit Pottery, bersama 44 UMKM lain dari negara-negara ASEAN yang ikut berpartisipasi. Ketertarikan Antin terhadap seni keramik berawal dari terjadinya krisis moneter di Indonesia pada 1998.
Saran Teman Jadi Bestselling
Antin yang saat itu berprofesi sebagai arsitek sulit mendapatkan pekerjaan gegara krisis ekonomi. Ia lalu belajar seni keramik. Ternyata, keterampilan baru yang dipelajari Antin membuatnya jatuh cinta.
Ia kemudian memberanikan diri untuk memulai Jinjit Pottery pada tahun 2000 dengan modal awal Rp 15 juta. “Saya mulai belajar keramik kala itu dan menjadi tertarik. Ini adalah media yang bisa aku explore, karena ada seninya, mirip dengan arsitektur,” katanya dalam keterangan yang dirilis Kominfo di Jakarta, 9 September 2023.
Visi perempuan yang hobi traveling ini sederhana saja, ingin membahagiakan orang lain lewat karya-karyanya. Semua produk keramik yang diluncurkan Jinjit Pottery dibuat dengan sepenuh hati.
“Saya membuat yang saya sukai. Jadi semua keramik buatan saya ada ‘jiwa’-nya,” imbuhnya.
Salah satu yang membuat produknya unik adalah tema-tema yang dikeluarkan, seperti kucing dan Jakarta. Tema kucing dikeluarkan, karena Antin penggemar kucing.
Sedangkan untuk tema Jakarta awalnya adalah saran dari seorang teman, saat dirinya menjual produk Jinjit Pottery di Sarinah pada 2001. “Produk saya masuk Sarinah, ada yang menyarankan bikin suvenir Jakarta dan jadi bestselling. Ada magnet, mug, hingga bel gantung. Banyak bule-bule yang suka. Setelah itu cukup lama tidak bikin, sekarang baru mulai lagi karena mulai banyak event,” kata Antin.
Tertolong Kucing Bermasker
Kucing pula yang membuat usaha keramiknya mampu bertahan saat pandemi Covid-19 melanda. Meski awalnya memang ada penurunan omzet karena tidak ada lagi ajang pameran, tetapi Antin tidak menyerah.
Ia melakukan inovasi dengan mengeluarkan desain unik, yakni tableware bertema kucing memakai masker guna mengingatkan masyarakat pentingnya mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi. "Kucing aja pakai masker, masa kalian enggak. Sekarang, sebagai pengingat juga bahwa kita pernah mengalami masa pandemi. Ternyata banyak yang suka dan laris manis," tutur pengusaha yang memasarkan produk keramiknya dengan harga Rp 50.000 hingga Rp 350.000 ini.
Antin berharap dengan mengikuti ASEAN Weekend Market produk-produk keramik buatan Indonesia bisa lebih dikenal di luar negeri. Sehingga, membuka peluang dan pasar yang lebih luas untuk Jinjit Pottery.
“Semoga bisa membuka peluang, karena selama ini belum terkoneksi dengan negara-negara ASEAN. Semoga membuka networking baru,” katanya.
Acara yang digagas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) itu memang bertujuan mendorong kinerja pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini. Ketua Umum Kadin Indonesia sekaligus Chairman ASEAN-BAC Arsjad Rasjid berharap pelaku usaha dapat mempromosikan produknya sekaligus membuka potensi kolaborasi satu sama lain.

