Hadiah Ribuan Dollar Menanti, Kompetisi 16th UOB Painting of the Year Resmi Dibuka
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank UOB Indonesia mengumumkan peluncuran kompetisi 16th UOB Painting of the Year (POY), melanjutkan komitmen jangka panjang dalam mendukung perkembangan seni rupa di Indonesia. Pendaftaran kompetisi UOB Painting of the Year di Indonesia dibuka mulai 6 Mei hingga 31 Juli 2026.
Kompetisi ini mengundang seniman profesional dan pendatang baru dari seluruh Indonesia untuk mengirimkan karya terbaik mereka, memberikan platform ekspresi artistik dan pengakuan profesional para seniman. Pemenang UOB POY 2026 (Indonesia) akan diumumkan pada 24 September 2026 dan akan mewakili Indonesia di tingkat regional, bersaing untuk UOB Southeast Asian Painting of the Year Award.
Pemenang regional akan menerima hadiah uang tunai sebesar SGD 13,000 dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam program residensi seniman di luar negeri. Pemenang 2026 UOB Southeast Asian Painting of the Year akan diumumkan pada 28 Oktober 2026 di Singapura.
Baca Juga
UOB Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 5,2% pada 2026, Ini Alasannya
Sebagai salah satu kompetisi seni paling ternama di Asia Tenggara, UOB POY adalah program seni regional unggulan UOB yang telah diselenggarakan di Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand dan Vietnam. UOB POY juga turut mendukung perkembangan seniman Indonesia dengan membuka akses ke peluang regional dan internasional yang lebih luas.
Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia Luke Ariefiandi mengatakan, memasuki tahun ke-16 UOB Painting of the Year di Indonesia, kompetisi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung perkembangan komunitas seni lokal.
"Kami berfokus dalam memberdayakan seniman untuk tumbuh secara berkelanjutan di luar kompetisi. Melalui UOB Art Alumni Network, kami menghubungkan para seniman Indonesia dengan peluang di Asia Tenggara dan panggung global, mendorong mereka dalam memperluas karya seni, membangun kolaborasi yang bermakna, dan menjangkau khalayak yang lebih luas," ujar Luke dalam keterangan yang diterima, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga
Kelas Menengah Turun, UOB Soroti Perubahan Perilaku Finansial dan Strategi Investasi
Luke menjelaskan, UOB meningkatkan keunggulan artistik dengan kriteria terbaru untuk kategori Established Artist (Seniman Profesional) yang memastikan penilaian yang lebih relevan berdasarkan pengalaman, praktik berkarya, serta keterlibatan nyata dalam ekosistem seni.
Persyaratan baru ini sekaligus meningkatkan standar bagi para seniman profesional untuk dinilai bersama seniman lainnya dengan tingkat pengalaman serupa.
"Kompetisi ini juga menjadi wadah untuk merayakan perjalanan dan dedikasi mereka dalam bidang seni," ungkap Luke.
Seniman yang ingin mengirimkan karya seni pada kategori Established Artist wajib memenuhi minimal tiga persyaratan. Di antaranya adalah sedang atau pernah diwakili oleh galeri seni komersial, pernah menjual karya seni, berpartisipasi dalam pameran kelompok atau pameran solo, menerima dana (grant) atau komisi untuk membuat karya seni bagi entitas komersial, institusi, atau organisasi apapun, merupakan penerima penghargaan terkait seni, baik di dalam maupun di luar Indonesia.
Di luar apresiasi artistik, UOB POY menghadirkan dampak berkelanjutan dengan menyediakan jalur pengembangan yang terstruktur dan progresif bagi para seniman untuk mendapatkan eksposur regional dan internasional seiring kemajuan karier mereka. UOB Art Alumni Network merupakan platform regional yang menghubungkan pemenang dan
peserta UOB POY sebelumnya dengan berbagai peluang terkurasi di ASEAN dan sekitarnya, termasuk UOB Art Talks, pameran, keterlibatan profesional dan program residensi di luar negeri.
Melalui jaringan ini, alumni UOB POY Indonesia dapat terus mengembangkan karya mereka, membangun kolaborasi lintas batas dan mendapatkan visibilitas profesional di luar batas negara. Sebagai bagian dari komitmen ini, alumni UOB POY terpilih akan memperoleh kesempatan mengikuti program UOB-NAFA Studios Residency di Paris, mencerminkan investasi berkelanjutan UOB dalam pengembangan seniman regional. Program ini secara eksklusif diperuntukan bagi alumni UOB POY, berbeda dari residensi yang diberikan kepada pemenang kompetisi UOB POY, dan dilaksanakan setiap tahun secara bergilir di antara Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam
Aurora Arazzi, pemenang Gold Award pada kategori Established Artist UOB POY 2025
(Indonesia), telah terpilih untuk program UOB-NAFA Studios Residency di Cité Internationale des Arts, Paris, sebagai bagian dari program UOB Artist Alumni Network, yang akan dimulai Juli 2026.
Pendaftaran Dibuka
Kompetisi UOB POY di Indonesia terbuka bagi seluruh warga negara dan penduduk tetap di Indonesia berusia 16 tahun dan lebih. Seniman dapat mengirimkan satu karya seni orisinal secara digital mulai 6 Mei hingga 31 Juli 2026.
Panel juri kompetisi UOB POY 2026 (Indonesia) antara lain Melati Suryodarmo (Ketua Dewan Juri), perupa pertunjukan seni dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di panggung lokal dan internasional, Dr Agung Hujatnika, Kurator Independen dan Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung, dan Heri Pemad, Creative Director, Sarinah Art District Jakarta, pendiri Art Jog dan Art Bali.
Untuk memperdalam hubungan dengan komunitas seni lokal, UOB Indonesia turut menyelenggarakan roadshow UOB POY di Bandung, salah satu hub kreatif di Indonesia. Program ini mencakup diskusi seni yang menghadirkan pemenang UOB POY dan praktisi seni terkemuka, bertujuan untuk menginspirasi seniman muda, mendorong partisipasi lebih luas, dan memperdalam pengetahuan artistik.

