Ukir Sejarah, Cristian Chivu Pelatih Asing Pertama Juara Serie A Sejak Jose Mourinho
Poin Penting
|
MILAN, investortrust.id – Cristian Chivu mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Italia setelah sukses membawa Inter Milan menjuarai Serie A musim ini. Dia menjadi pelatih asing pertama yang mampu meraih Scudetto sejak era Jose Mourinho pada 2009/2010.
Kepastian gelar didapat Inter seusai mengalahkan Parma 2-0 di Stadio Giuseppe Meazza, Senin (4/5/2026) dini hari WIB. Kemenangan tersebut sekaligus mengunci gelar ke-21 bagi I Nerazzurri di kompetisi domestik.
Prestasi Chivu terasa semakin istimewa karena diraih pada musim pertamanya menangani Inter secara penuh di kasta tertinggi Italia. Sebelumnya, pelatih asal Rumania itu hanya memiliki pengalaman singkat bersama Parma dalam 13 pertandingan pada musim lalu.
Baca Juga
Catat! Jadwal Siaran Langsung Timnas U-17 Indonesia Lawan China di Piala Asia U-17 2026
Menariknya, Chivu bukan sosok asing dalam sejarah kejayaan Inter. Dia pernah menjadi bagian penting skuad asuhan Jose Mourinho saat meraih treble legendaris pada musim 2009/2010, termasuk gelar Serie A.
Sejak keberhasilan Mourinho tersebut, dominasi pelatih lokal begitu kuat di Italia. Nama-nama seperti Massimiliano Allegri (enam gelar) dan Antonio Conte (lima gelar) silih berganti menguasai liga. Selain itu, gelar juga sempat diraih Maurizio Sarri, Stefano Pioli, Luciano Spalletti, serta Simone Inzaghi.
Kini, Chivu memutus dominasi tersebut dan membuka babak baru bagi pelatih asing di Italia. Keberhasilannya juga menegaskan kapasitas Inter sebagai salah satu kekuatan utama di Eropa musim ini.
“Saya rasa saya sudah pernah merasakannya sebelumnya. Saya sudah melakukan beberapa hal sebagai pemain. Tapi, saya senang untuk para pemain ini, untuk klub ini, untuk para penggemar luar biasa yang mendukung kami sejak awal,” ujar Chivu sambil tersenyum, dilansir DAZN Italia.
“Saya tidak akan menceritakan seluruh narasi dari musim lalu, ejekan dan penghinaan terhadap kelompok ini, tetapi para pemain telah melakukan yang terbaik untuk bekerja keras, bangkit kembali, dan menemukan apa yang dibutuhkan untuk musim kompetitif yang baru,” tambah Chivu.
“Ini adalah gelar ke-21 dan halaman lain dalam sejarah gemilang klub ini. Saya lebih muda saat itu, sekarang rambut saya sudah beruban, tetapi saya sama bahagianya seperti ketika saya masih menjadi pemain. Para pemain pantas mendapatkan pujian hari ini, mereka luar biasa,” pungkas Chivu.
Baca Juga
Butuh 2 Poin, Barcelona Bakal Kunci Gelar Juara La Liga Musim ini

