Riset: Warga Non-Muslim AS Suka Makanan Halal, Bisa Habiskan US$ 20 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Sebuah riset yang dilakukan oleh Dr. Abdelhadi Halawa, dosen di Millersville University, Pennsylvania, menyebutkan bahwa penduduk Amerika Serikat (AS) yang beragama non-muslim sangat tertarik terhadap makanan halal.
Dalam risetnya yang dilakukan pada 2018, warga AS bahkan menghabiskan sebanyak US$ 20 miliar untuk mengonsumsi makanan halal sepanjang 2016 silam. Makanan halal itu di antaranya adalah daging, unggas, serta makanan laut atau seafood.
Hasil riset tersebut diungkapkan pada acara Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia yang bertajuk 'Komunitas Muslim dan Budaya Makanan Halal di Amerika Serikat’. Namun riset itu dibacakan oleh pemandu acara karena Abdelhadi Halawa berhalangan hadir.
Baca Juga
Perputaran Uang Wisata Halal Berpotensi Naik 25%, Ternyata Ini Penyebabnya
"Dan pada 2016 juga ditemukan bahwa konsumer Amerika itu menghabiskan US$ 20 miliar untuk makanan halal," ucap Tia yang memandu acara tersebut secara virtual, Kamis (21/3/2024).
"Dan jumlah ini diprediksi terus meningkat, dari 2024 hingga 2030 kemungkinan akan meningkat 9,33% menurut penelitian beliau," tambahnya.
Selain itu, riset tersebut juga mengungkapkan alasan warga Amerika Serikat memiliki ketertarikan pada makanan halal, yakni dikarenakan produk itu merupakan makanan yang natural, sehat, serta higienis.
Baca Juga
Indonesia-Selandia Baru Siap Jalin Kerja Sama Sertifikasi Halal
"Jadi beliau menemukan sendiri kata halal memberikan representasi positif, jadi konsumer non-muslim menyukai produk halal karena natural, sehat dan higienis," terang Tia sembari membacakan riset tersebut.

