Eks Presiden FIGC Gabriele Gravina Sebut Italia Tidak Berhak Gantikan Iran
Poin Penting
|
ROMA, investortrust.id – Presiden Asosiasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang akan lengser, Gabriele Gravina, angkat bicara soal kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 sekaligus rumor kontroversial terkait kemungkinan menggantikan Iran. Dia menilai wacana tersebut sebagai sesuatu yang memalukan dan tidak layak dipertimbangkan.
Gravina memutuskan mundur dari jabatannya setelah tim nasional Italia gagal melewati Bosnia dan Herzegovina pada final play-off Piala Dunia akhir Maret lalu. Kekalahan itu membuat Gli Azzurri kembali absen di putaran final untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Pemilihan ketua baru FIGC dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni mendatang, dengan Giovanni Malagò dan Giancarlo Abete sebagai kandidat terkuat pengganti Gravina.
Baca Juga
Tinggal Selangkah, Cristiano Ronaldo Bakal Tembus 1.000 Gol di Karier Profesional
Gravina menegaskan keputusannya mundur bukan karena tekanan pihak mana pun, melainkan murni pilihan pribadi sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik sepak bola Italia.
“Saya tidak dipaksa mundur, sama sekali tidak. Itu adalah pilihan pribadi. Saya telah berjanji kepada para penggemar Italia bahwa kami akan lolos ke Piala Dunia, dan sayangnya saya tidak mampu memenuhi komitmen itu,” ujar Gravina, dikutip La Gazzetta dello Sport.
Gravina menambahkan bahwa langkah tersebut diambil demi menjaga stabilitas federasi di tengah situasi yang memanas. “Itu adalah keputusan yang tepat, sebagai bentuk cinta dan tanggung jawab. Saya tidak mudah ditekan, saya mengambil keputusan dengan kepala dingin. Ini demi federasi agar tidak semakin terekspos dalam situasi yang penuh gejolak,” lanjutnya.
Meski Italia kembali gagal tampil di Piala Dunia selama masa kepemimpinannya, Gravina menolak jika seluruh kinerjanya dianggap gagal. Dia menilai banyak pencapaian lain yang diraih FIGC di berbagai sektor.
“Saya tidak merasa gagal. Jika berbicara soal insiden tertentu, mungkin ya. Tapi, jika melihat keseluruhan aktivitas dan proyek yang kami jalankan, FIGC termasuk yang paling dihargai di Eropa dan dunia,” tegasnya.
Terkait spekulasi bahwa Italia bisa menggantikan Iran di Piala Dunia 2026, Gravina menolak keras ide tersebut. Dia menilai hal itu tidak etis dan mencederai semangat sportivitas. “Ide itu terdengar seperti khayalan dan memalukan. Kami berjuang demi gairah para penggemar Italia, yang menjadi satu-satunya pihak yang pantas berada di Piala Dunia,” pungkas Gravina.
Baca Juga
Dihukum 4 Tahun Kasus Doping, Winger Chelsea Mykhailo Mudryk Banding ke CAS

