Ada Apa dengan Calvin Verdonk? Performa di Ligue 1 Turun Dibanding di Eredivisie
Poin Penting
|
VILLENEUVE-D'ASCQ, investortrust.id – Perjalanan karier Calvin Verdonk bersama Lille OSC di Ligue 1 2025/2026 belum berjalan sesuai harapan. Bek Timnas Indonesia itu mulai kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di tengah persaingan ketat dalam skuad.
Situasi tersebut kembali terlihat saat Lille menjamu OGC Nice di Stade Pierre-Mauroy, Sabtu (18/4/2026). Verdonk harus puas mengawali laga dari bangku cadangan, melanjutkan tren minimnya kesempatan tampil sejak awal musim.
Secara statistik, pemain berusia 28 tahun itu sebenarnya cukup sering dilibatkan. Dia telah mencatatkan 23 penampilan di berbagai ajang, mulai dari Ligue 1, kompetisi Eropa, hingga Coupe de France, dengan total waktu bermain mencapai 1.183 menit. Tapi, kontribusinya di liga domestik masih terbatas, dengan hanya 15 penampilan dan tujuh kali menjadi starter.
Baca Juga
Masih Ada 7 Duel La Liga, Alvaro Arbeloa Minta Real Madrid Tak Menyerah
Persaingan di sektor bek kiri menjadi faktor utama yang membuat posisi Verdonk belum stabil. Kehadiran Romain Perraud membuat persaingan semakin sengit. Bek asal Prancis itu datang dengan pengalaman tinggi setelah sebelumnya memperkuat Real Betis dan sempat merasakan atmosfer Liga Premier bersama Southampton.
Tak butuh waktu lama bagi Perraud untuk mengunci posisi utama. Sepanjang musim ini, dia sudah tampil dalam 37 pertandingan di semua kompetisi dengan total 2.707 menit bermain, serta menyumbang tiga gol dan tiga assist, angka yang jauh melampaui catatan Verdonk.
Selain faktor persaingan, momentum Verdonk juga sempat terganggu akibat insiden kartu merah saat menghadapi RC Strasbourg. Masuk sebagai pemain pengganti, dia hanya bertahan lima menit sebelum diusir wasit, yang berujung pada hukuman larangan bermain dalam dua pertandingan berikutnya.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan kiprahnya saat masih memperkuat NEC Nijmegen di Eredivisie. Dalam tiga musim terakhir di Belanda, Verdonk merupakan pilihan utama yang hampir tak tergantikan di sektor kiri pertahanan, bahkan sempat dipercaya mengenakan ban kapten.
Kini, tantangan berbeda harus dihadapi Verdonk di Prancis. Untuk kembali merebut tempat utama, ia dituntut mampu bersaing dan memaksimalkan setiap kesempatan yang diberikan di tengah ketatnya kompetisi di level tertinggi sepak bola Eropa.
Baca Juga

