Bagikan

Ada Apa dengan Calvin Verdonk? Performa di Ligue 1 Turun Dibanding di Eredivisie

Poin Penting

Meski sudah tampil 23 kali di semua ajang, Calvin Verdonk kesulitan menjadi pilihan utama di Ligue 1.
Pengalaman Romain Perraud bersama Real Betis dan Southampton membuatnya lebih dipercaya mengisi posisi bek kiri utama dibanding Calvin Verdonk.
Di Eredivisie, Calvin Verdonk merupakan pemain inti dan bahkan sempat menjadi kapten, berbeda dengan situasinya saat ini di Prancis.

VILLENEUVE-D'ASCQ, investortrust.id – Perjalanan karier Calvin Verdonk bersama Lille OSC di Ligue 1 2025/2026 belum berjalan sesuai harapan. Bek Timnas Indonesia itu mulai kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di tengah persaingan ketat dalam skuad.

Situasi tersebut kembali terlihat saat Lille menjamu OGC Nice di Stade Pierre-Mauroy, Sabtu (18/4/2026). Verdonk harus puas mengawali laga dari bangku cadangan, melanjutkan tren minimnya kesempatan tampil sejak awal musim.

Secara statistik, pemain berusia 28 tahun itu sebenarnya cukup sering dilibatkan. Dia telah mencatatkan 23 penampilan di berbagai ajang, mulai dari Ligue 1, kompetisi Eropa, hingga Coupe de France, dengan total waktu bermain mencapai 1.183 menit. Tapi, kontribusinya di liga domestik masih terbatas, dengan hanya 15 penampilan dan tujuh kali menjadi starter.

Baca Juga

Masih Ada 7 Duel La Liga, Alvaro Arbeloa Minta Real Madrid Tak Menyerah

Persaingan di sektor bek kiri menjadi faktor utama yang membuat posisi Verdonk belum stabil. Kehadiran Romain Perraud membuat persaingan semakin sengit. Bek asal Prancis itu datang dengan pengalaman tinggi setelah sebelumnya memperkuat Real Betis dan sempat merasakan atmosfer Liga Premier bersama Southampton.

Calvin Verdonk (www.instagram.com/losclive)
Source: www.instagram.com/losclive

Tak butuh waktu lama bagi Perraud untuk mengunci posisi utama. Sepanjang musim ini, dia sudah tampil dalam 37 pertandingan di semua kompetisi dengan total 2.707 menit bermain, serta menyumbang tiga gol dan tiga assist, angka yang jauh melampaui catatan Verdonk.

Selain faktor persaingan, momentum Verdonk juga sempat terganggu akibat insiden kartu merah saat menghadapi RC Strasbourg. Masuk sebagai pemain pengganti, dia hanya bertahan lima menit sebelum diusir wasit, yang berujung pada hukuman larangan bermain dalam dua pertandingan berikutnya.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan kiprahnya saat masih memperkuat NEC Nijmegen di Eredivisie. Dalam tiga musim terakhir di Belanda, Verdonk merupakan pilihan utama yang hampir tak tergantikan di sektor kiri pertahanan, bahkan sempat dipercaya mengenakan ban kapten.

Kini, tantangan berbeda harus dihadapi Verdonk di Prancis. Untuk kembali merebut tempat utama, ia dituntut mampu bersaing dan memaksimalkan setiap kesempatan yang diberikan di tengah ketatnya kompetisi di level tertinggi sepak bola Eropa.

Baca Juga

Membaca Peluang Tottenham Hotspur Bertahan di Liga Premier

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024