AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan Damai, Bursa Asia Melemah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pasar saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada Senin (13/4/2026). Harga minyak melonjak dipicu langkah Amerika Serikat untuk memblokade pelabuhan Iran setelah perundingan damai gagal mencapai kesepakatan.
Baca Juga
Kegagalan perundingan antara Washington dan Teheran di Islamabad pada akhir pekan kembali memicu kekhawatiran bahwa konflik akan berlangsung lebih lama dari perkiraan, meningkatkan tekanan terhadap ekonomi global melalui lonjakan harga energi.
Harga minyak mentah melonjak tajam pada Minggu. West Texas Intermediate (WTI) naik 8,56% menjadi USD104,84 per barel, sementara Brent menguat 8,61% ke USD103,38 per barel.
Presiden Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan kembali serangan udara terhadap Iran, setelah sebelumnya menyepakati gencatan senjata dua pekan dengan imbalan akses pelayaran di Selat Hormuz.
Pasar saham tertekan. Dikutip dari CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,84% dan Topix melemah 0,42%. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 1,83%, sementara Kosdaq turun 1,43%. Di Australia, S&P/ASX 200 terkoreksi 0,74%.
Sementara itu, kontrak berjangka di Wall Street juga anjlok, dengan Dow Jones futures jatuh lebih dari 500 poin, mencerminkan meningkatnya aversi risiko di pasar global.
Baca Juga
Trump Ancam Blokade Hormuz Usai Perundingan Damai AS-Iran Gagal, Dow Futures Anjlok Lebih 500 Poin
Lonjakan harga energi akibat konflik geopolitik ini berpotensi memperburuk inflasi global dan menambah tekanan bagi bank sentral yang sebelumnya mulai mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter.

