Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS–Iran, Dow Melonjak Lebih 300 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Rabu waktu AS atau Kamis (26/3/2026) WIB. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 305 poin atau 0,66% ke 46.429,49. Sementara itu, S&P 500 naik 0,54% ke 6.591,90 dan Nasdaq Composite menguat 0,77% ke 21.929,83.
Indeks utama Wall Street menguat seiring turunnya harga minyak dan meningkatnya optimisme investor terhadap peluang tercapainya gencatan senjata antara Washington dan Teheran.
Baca Juga
Iran Isyaratkan Jalur Aman Terbatas Hormuz, Harga Minyak Turun Lebih dari 2%
Sentimen pasar terdorong laporan bahwa Iran telah menerima proposal 15 poin dari AS untuk mengakhiri konflik. Proposal tersebut dikabarkan dikirim melalui Pakistan. Associated Press, mengutip pejabat anonim di Islamabad, melaporkan bahwa Iran telah menerima proposal 15 poin dari AS untuk mengakhiri perang. The New York Times sebelumnya pertama kali memberitakan bahwa AS mengirim rencana perdamaian kepada Iran. Proposal tersebut disampaikan melalui Pakistan, menurut laporan yang mengutip dua pejabat tanpa nama.
Namun, media pemerintah Iran menyebut Teheran akan menolak tawaran gencatan senjata tersebut dan justru mengajukan rencana alternatif, termasuk tuntutan kontrol atas Selat Hormuz.
Tekanan terhadap harga minyak turut mendukung pasar saham. Minyak WTI turun 2,2% ke US$90,32 per barel, sementara Brent melemah 2,17% ke US$102,22 per barel. Imbal hasil obligasi AS juga ikut turun seiring penurunan harga energi.
Meski demikian, jarak posisi antara kedua negara masih lebar. The Wall Street Journal melaporkan bahwa AS bahkan mengerahkan Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah, menandakan ketegangan militer belum mereda.
Presiden Donald Trump tetap optimistis, menyebut Iran “berbicara dengan masuk akal” dan menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan damai.
Baca Juga
Di Balik Perubahan Rencana Trump: Upaya Perdamaian, Kemunduran Strategik, atau Insider Trading?
Volatilitas pasar tetap tinggi sepanjang pekan ini. Setelah reli kuat pada awal pekan, pasar sempat terkoreksi akibat ketidakpastian arah negosiasi.
Analis JPMorgan Chase menilai pasar saat ini cenderung ingin melanjutkan penguatan, meskipun masih banyak ketidakpastian terkait posisi Iran dan kepentingan Israel.
“Masih ada pertanyaan mengenai siapa di Iran yang dapat menghentikan aktivitas militer serta apa yang akan memenuhi kepentingan Israel, namun pasar tampaknya menunjukkan keinginan untuk kembali menguat dari level ini. Selain itu, belum jelas apakah Iran akan mencabut tuntutan sebelumnya, termasuk jaminan keamanan terhadap agresi di masa depan serta kompensasi atas kerugian selama konflik ini,” beber analis desk perdagangan JPMorgan Chase dalam sebuah catatan, seperti dikutip CNBC.
Kenaikan saham teknologi turut menopang pasar secara keseluruhan pada Rabu, dengan lonjakan pada saham Nvidia, Advanced Micro Devices, dan Intel.

