Trump Isyaratkan Deeskalasi, Bursa Eropa Menguat Tajam
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa berbalik menguat tajam pada Senin (23/3/2026) setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal deeskalasi dalam konflik Iran. Sinyal dari Trump itu memicu gelombang optimisme global.
Baca Juga
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 melonjak 1,65% pada perdagangan sore di London, setelah sebelumnya sempat tertekan hampir 2% di awal sesi. Mayoritas sektor dan bursa utama berbalik ke zona hijau.
Perubahan arah pasar ini dipicu keputusan Trump untuk menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari, menyusul pembicaraan yang disebutnya “sangat baik dan produktif” antara kedua negara.
Sektor travel dan leisure memimpin penguatan dengan kenaikan 2,9%, mencerminkan harapan pemulihan mobilitas global jika konflik mereda. Sementara itu, sektor sumber daya dasar yang sempat jatuh 3,1% berbalik naik 3,2%.
Di sisi lain, aset safe haven mulai kehilangan daya tarik. Harga emas spot turun sekitar 2% ke US$4.396,64, sementara kontrak berjangka melemah 3,8%.
Baca Juga
Emas Anjlok Hampir 10% dalam Sepekan, Sinyal Koreksi atau Peluang Akumulasi?
Pergerakan volatil ini mengikuti aksi jual di pasar Asia sebelumnya, yang dipicu kekhawatiran atas perang Iran dan potensi gangguan di Strait of Hormuz—jalur vital perdagangan energi global.
Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan “menghancurkan” fasilitas listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali jalur tersebut dalam 48 jam. Iran merespons dengan ancaman serangan terhadap infrastruktur energi dan fasilitas air di kawasan Teluk.
Ketegangan bahkan meningkat setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa pihak yang membeli obligasi pemerintah AS dapat dianggap sebagai target sah.
Di tengah gejolak geopolitik, aksi korporasi juga menyita perhatian. Saham Poste Italiane anjlok 6,5% setelah mengumumkan rencana akuisisi Telecom Italia senilai €10,8 miliar. Sebaliknya, saham Telecom Italia justru melonjak 5,4%.
Sementara itu, Delivery Hero melesat 10,7% setelah sepakat menjual bisnisnya di Taiwan kepada Grab Holdings senilai US$600 juta.
Di pasar energi, harga minyak bergerak liar. Brent sempat naik ke US$113,70 sebelum kemudian anjlok setelah pernyataan Trump. Ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap perkembangan geopolitik.

