Bagikan

Wall Street Anjlok Gegara Inflasi AS Memanas, Dow Ambles Lebih 500 Poin

Poin Penting

Dow anjlok lebih dari 500 poin setelah PPI AS Januari melampaui ekspektasi.
Saham teknologi dan kredit swasta terpukul kekhawatiran dampak AI.
Nvidia dan saham perangkat lunak memperpanjang tren pelemahan Februari.
Investor cemas inflasi jasa dan tarif dapat membatasi ruang gerak The Fed.

NEW YORK, investortrust.id - Saham-saham AS merosot pada Jumat waktu AS atau Sabtu (28/2/2026) WIB. Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 521,28 poin, atau 1,05%, dan ditutup di 48.977,92. S&P 500 melemah 0,43% ke 6.878,88, sementara Nasdaq Composite kehilangan 0,92% dan menetap di 22.668,21.

Baca Juga

Wall Street Mayoritas Melemah, Saham Nvidia Anjlok dan Kekhawatiran AI Kembali Bayangi Pasar

Data indeks harga produsen (PPI) terbaru jauh lebih tinggi dari perkiraan. Hal ini menambah kekhawatiran di pasar saham, yang telah bergejolak dalam bulan ini.

S&P 500 dan Nasdaq mengakhiri Februari di zona merah di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak kecerdasan buatan terhadap industri tertentu dan perekonomian secara keseluruhan. Kekhawatiran tersebut memburuk setelah perusahaan fintech milik Jack Dorsey, Block, menyatakan akan memangkas lebih dari 4.000 karyawan — hampir setengah dari total tenaga kerjanya. Saham sektor keuangan dan area lain yang sensitif terhadap siklus ekonomi turut melemah pada Jumat.

Saham yang terkait kredit swasta kembali tertekan karena investor mengantisipasi potensi dampak dari runtuhnya penyedia hipotek Inggris Market Financial Solutions. Apollo Global Management dan Jefferies termasuk yang tertinggal, masing-masing anjlok lebih dari 8% dan 9%. Saham Blue Owl Capital, yang baru-baru ini terpukul akibat pembatasan likuiditas dan penjualan asetnya, turun sekitar 6%.

Sejumlah nama besar perangkat lunak juga mencatat kerugian. Salesforce turun lebih dari 2%, demikian pula Microsoft yang membebani Dow. Perusahaan keamanan siber Zscaler merosot 12% setelah pendapatan ditangguhkan dan tagihan pada kuartal fiskal kedua meleset dari ekspektasi. CoreWeave jatuh 18% akibat panduan yang mengecewakan.

Nvidia memperpanjang penurunan pasca-laba dengan jatuh 4%. Sahamnya telah turun lebih dari 5% pada Kamis. Hal ini mengejutkan banyak investor yang tetap bullish terhadap produsen chip tersebut setelah hasil kuartal keempat yang sangat kuat dan siklus produk mendatang. Pelaku pasar mengaitkan penurunan ini dengan keraguan atas kesepakatan Nvidia dengan OpenAI, sentimen lemah terhadap perdagangan AI, serta skeptisisme mengenai keberlanjutan belanja modal AI yang besar dari para hyperscaler.

Menambah sentimen negatif, PPI Januari — ukuran inflasi grosir — menunjukkan kenaikan 0,5% untuk bulan tersebut. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan angka utama hanya 0,3%. Yang lebih mengkhawatirkan, PPI inti yang tidak memasukkan harga pangan dan energi naik 0,8%, jauh di atas perkiraan 0,3%.

Baca Juga

PPI Inti AS Januari Melonjak, Tekan Peluang Pemangkasan Suku Bunga Fed

Stephen Kolano, chief investment officer di Integrated Partners, menilai laporan PPI sebagai komplikasi tambahan bagi investor di atas kecemasan yang sudah ada terkait belanja modal AI, risiko disrupsi industri, serta tekanan di pasar kredit swasta. Ia menilai inflasi yang didorong sektor jasa bisa menjadi tanda bahwa perusahaan mulai meneruskan biaya tarif kepada konsumen akhir demi menjaga margin.

“Inflasi belum terselesaikan. Hal ini menciptakan dilema bagi Federal Reserve antara memangkas suku bunga untuk mendorong pertumbuhan atau mempertahankannya untuk memerangi inflasi. Ini menciptakan ketidakpastian tentang arah kebijakan hingga sisa tahun ini,” urai Kolano.

Ia juga menyoroti pasar tenaga kerja sebagai sumber kekhawatiran lain. Meski pertumbuhan lapangan kerja bulan lalu lebih baik dari perkiraan, ia belum yakin pasar tenaga kerja benar-benar stabil karena PHK meningkat. Challenger, Gray & Christmas melaporkan awal bulan ini bahwa PHK Januari mencapai level tertinggi untuk bulan tersebut sejak krisis keuangan global.

“Saya belum melihat tanda jelas bahwa pengangguran tidak akan bergerak lebih tinggi,” katanya.

Nasdaq membukukan penurunan lebih dari 3% pada Februari, mencatat kinerja bulanan terburuk sejak Maret tahun lalu. ETF iShares Expanded Tech-Software ETF turun hampir 10% bulan ini, memperdalam kerugian year-to-date menjadi hampir 23%. S&P 500 turun hampir 1% pada Februari, sementara Dow naik sekitar 0,2%.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024