Yield Obligasi AS Turun Jelang Rilis Data Inflasi Produsen
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun. Investor menantikan rilis data inflasi grosir dan mengevaluasi kondisi ekonomi Amerika Serikat.
Baca Juga
Imbal hasil obligasi acuan 10 tahun turun lebih dari 3 basis poin menjadi 4,01%, sementara imbal hasil obligasi 30 tahun melemah lebih dari 2 basis poin menjadi 4,666%. Imbal hasil obligasi 2 tahun juga turun lebih dari 3 basis poin ke 3,438%.
Pada Kamis (26/2/2026), Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran awal untuk pekan yang berakhir 21 Februari tercatat 212.000. Angka ini naik 4.000 dari pekan sebelumnya yang telah direvisi naik, namun lebih rendah dari perkiraan Dow Jones sebesar 215.000.
“Secara mengejutkan, satu-satunya metrik ekonomi yang tidak volatil akhir-akhir ini tampaknya adalah data tenaga kerja, yang justru memberi kejutan bagi pasar obligasi dan The Fed,” kata Todd Schoenberger, CIO CrossCheck Management, seperti dikutip CNBC.
Sebelumnya bulan ini, Bureau of Labor Statistics melaporkan pertumbuhan lapangan kerja Januari yang kuat, mencapai 130.000, dibandingkan ekspektasi ekonom yang disurvei Dow Jones sebesar 55.000.
Baca Juga
Payroll AS Januari Lampaui Ekspektasi, Pengangguran Turun ke 4,3%
“Setelah rilis nonfarm payroll terbaru, jelas pasar tenaga kerja tidak serapuh yang diperkirakan banyak pihak,” lanjut Schoenberger.
Investor kini menantikan rilis indeks harga produsen (PPI) Januari pada Jumat pagi oleh Bureau of Labor Statistics. Para ekonom memperkirakan kenaikan 0,3% baik untuk angka utama maupun inti, yang tidak memasukkan harga makanan dan energi.
Schoenberger memperkirakan laporan tersebut akan keluar “jauh lebih dingin,” seraya menambahkan bahwa hal itu seharusnya meningkatkan selera risiko investor terhadap saham.

