Inflasi Jepang Turun di Bawah Target 2% BOJ, Terendah Sejak Maret 2022
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id – Inflasi Jepang melunak. Tingkat inflasi utama Negeri Matahari Terbit itu turun menjadi 1,5% pada Januari, level terendah sejak Maret 2022.
Angka tersebut mengakhiri periode 45 bulan berturut-turut di mana inflasi bertahan di atas target 2% yang ditetapkan oleh Bank of Japan (BOJ).
Baca Juga
Inflasi Jepang Turun Tajam, tapi Harga Beras Bisa Jadi ‘Bom Waktu’
Tingkat inflasi inti, yang tidak memasukkan harga pangan segar, melunak menjadi 2%, level terendah sejak Januari 2024 dan sesuai dengan perkiraan 2% oleh para ekonom yang disurvei Reuters. Angka ini turun dari 2,4% pada Desember.
Dilansir CNBC, Jumat (20/2/2026), inflasi yang disebut “core-core” — yang tidak memasukkan harga pangan segar dan energi — tercatat sebesar 2,6%, dibandingkan 2,9% pada Desember.
Pada Januari, Bank of Japan menaikkan proyeksi inflasinya untuk tahun fiskal 2026 yang dimulai 1 April. BOJ memperkirakan inflasi inti sebesar 1,9% dan inflasi “core-core” sebesar 2,2%, naik dari masing-masing 1,8% dan 2% dalam proyeksi Oktober 2025.
BOJ juga menuliskan dalam prospeknya bahwa kenaikan harga konsumen tahunan kemungkinan akan turun di bawah 2% pada paruh pertama 2026, seiring stabilisasi harga pangan dan upaya pemerintah untuk meringankan biaya hidup.
Inflasi beras melambat untuk bulan kedelapan berturut-turut menjadi 27,9%.
Salah satu langkah tersebut adalah janji kampanye Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk menangguhkan pajak makanan sebesar 8% selama dua tahun.
Takaichi meraih kemenangan telak dalam pemilu Majelis Rendah pada 8 Februari, dengan Partai Demokrat Liberal Jepang memenangkan 316 kursi, pencapaian terkuat oleh satu partai sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Baca Juga
Angka inflasi ini muncul setelah rilis ekonomi Jepang pada Senin. Ekonomi Jepang tumbuh 0,1% pada kuartal keempat 2025, sehingga terhindar tipis dari resesi teknis.

