Bursa Eropa Menguat Tipis di Tengah Gejolak Pasar Global, Investor Cerna Laporan Laba Emiten
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Pasar saham Eropa menguat tipis pada Rabu (4/2/2026) di tengah gejolak pasar global dan derasnya laporan kinerja keuangan perusahaan.
Baca Juga
Bursa Eropa Stagnan, Rebound Emas dan Perak Angkat Saham Tambang
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik 0,1% hingga akhir sesi. Indeks FTSE Inggris melonjak hampir 1%, sementara DAX Jerman turun 0,6%. Indeks CAC 40 Prancis naik 1,2%, dan FTSE MIB Italia bertambah 0,6%.
Penguatan tersebut terjadi setelah pasar regional kembali stabil setelah terjadi aksi jual besar-besaran pada aset kripto dan logam mulia.
Saham Santander turun 3,6% setelah bank tersebut mengatakan akan mengakuisisi bank regional AS Webster Bank dalam kesepakatan senilai US$12,2 miliar. Santander juga merilis laporan keuangan kuartal keempatnya sehari lebih awal, yang menunjukkan laba bersih sebesar 3,76 miliar euro (US$4,45 miliar) untuk periode tiga bulan tersebut, melampaui perkiraan konsensus sebesar 3,41 miliar euro. Bank asal Spanyol itu juga mengumumkan program pembelian kembali saham baru senilai 5 miliar euro.
Saham Novo Nordisk melemah 4,9% setelah harga sahamnya anjlok 18% pada awal perdagangan. Perusahaan tersebut merilis laporan keuangannya lebih cepat pada Selasa dan memperingatkan investor bahwa pertumbuhan penjualan dan laba akan melambat tahun ini, setelah terdampak penurunan harga di AS serta berakhirnya eksklusivitas obat penurun berat badan andalannya, Wegovy dan Ozempic, di China, Brasil, dan Kanada.
Musim laporan keuangan menjadi sorotan, dengan Novartis, GSK, Infineon Technologies, Equinor, Credit Agricole, Handelsbanken, Carlsberg, dan OMV semuanya merilis laporan laba.
Saham UBS turun 6,3% setelah bank terbesar di Swiss itu melaporkan laba bersih sebesar US$1,2 miliar pada kuartal keempat, naik 56% secara tahunan dan melampaui perkiraan analis sebesar US$919 juta.
Pasar Asia-Pasifik sebagian besar melemah pada perdagangan sebelumnya, mengikuti penurunan Wall Street setelah aksi jual saham teknologi AS yang menekan sentimen. Sementara itu, harga emas melanjutkan kenaikan untuk hari kedua berturut-turut.
Baca Juga
Wall Street Terpuruk Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi, Nasdaq Terimbas Paling Parah
Indeks S&P 500 turun pada Rabu seiring pelaku pasar terus keluar dari saham teknologi, sementara laporan ketenagakerjaan utama Januari juga tercatat lebih lemah dari perkiraan.

