Diskusi WEF Davos Soroti Biodiversitas Laut, Ini Kata Bos Bakrie & Brothers
DAVOS, investortrust.id – Chief Executive Officer (CEO) PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan, sebagai negara arsipelago (kepulauan), Indonesia bisa memanfaatkan keanekaragaman hayati (biodiversitas) di laut sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Indonesia punya potensi ekonomi yang banyak sekali. Bukan hanya hilirisasi pertambangan, hilirisasi komoditas perkebunan, atau pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Kita juga bisa memanfaatkan biodiversity di laut,” kata Anindya Bakrie dalam tayangan video yang diterima investortrust.id usai mengikuti sesi diskusi bertajuk Nature Communities Multi-Stakeholders Activism di sela-sela pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (16/01/2024).
Anindya menuturkan, diskusi yang dihadiri para pebisnis, pimpinan perusahaan, akademisi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan pejabat pemerintah itu menyoroti pentingnya melindungi keanekaragaman hayati di laut.
Baca Juga
WEF Sebut Krisis Iklim Akan Berdampak Besar bagi Negara di Afrika dan Asia Selatan
Menurut Anin, Indonesia bisa memaksimalkan potensi laut, baik untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi maupun untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Kecuali bisa menjadi sumber mata pencarian masyarakat pesisir, keanekaragaman hayati di laut efektif menyerap karbon.
CEO PT Bakrie & Brothers, Anindya Bakrie mengikuti sesi Mainstreaming Ecopreneurs pada Pertemuan Tahunan World Economic Forum 2024 di Davos-Klosters, Swiss, (16/01/2024). Foto:World Economic Forum/Ciaran McCrickard.
Karena itu, kata Anindya Bakrie, keanekaragaman hayati di laut harus dimanfaatkan secara ekonomi dengan mengedepankan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan atau mengusung nilai-nilai keberlanjutan.
“Kita harus memproteksi biodiversity untuk mencapai NZE 2060, sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi di dalamnya karena biodiversity itu ada nilainya,” tegas dia.
Anin menjelaskan, sebagai negara maritim dan arsipelago dengan 17.510 pulau, di mana 70% dari sekitar 280 juta penduduknya hidup di pesisir, Indonesia harus betul-betul menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan. “Marine and coastal ecosystem harus kita pikirkan betul karena perannya yang begitu penting,” tandas dia.
Baca Juga
Survei WEF : Pertumbuhan Ekonomi Global Diprediksi Melemah Tahun 2024
Anindya Bakrie mengemukakan, Indonesia sejatinya sudah cukup maju dalam pengembangan pesisir. Saat ini, misalnya, Indonesia sudah menjalin kerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Bank Dunia untuk program kelautan berkelanjutan (Indonesia Sustainable Ocean Program).
“Tahunlalu, Indonesia juga menyelenggarakan Archipelagic and Island States Forum yang memperlihatkan kepemimpinan kita bukan saja di forum G20, tapi juga di ASEAN serta di negara-negara pulau dan kepulauan,” ujar Anin.

