Dow Futures Anjlok Lebih 300 Poin, Pasar Tunggu Arah Kebijakan The Fed
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Kontrak berjangka saham AS melemah pada Minggu (25/1/2026) malam. Para pelaku pasar bersiap menghadapi pekan perdagangan yang padat, dengan sejumlah laporan kinerja keuangan utama serta pertemuan kebijakan moneter Amerika Serikat.
Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 317 poin atau 0,6%. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing melemah 0,8% dan 1,1%.
Baca Juga
Dow Futures Anjlok, Wall Street Cemas Eskalasi Tarif AS–Eropa
Lebih dari 90 perusahaan anggota S&P 500 dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalan pekan ini, termasuk Apple, Meta Platforms, dan Microsoft. Sejauh ini, musim laporan keuangan berjalan kuat, dengan 76% perusahaan yang telah melaporkan kinerja berhasil melampaui ekspektasi, menurut data FactSet.
Meski demikian, sejumlah saham tetap terkoreksi meskipun perusahaan mencatatkan kinerja di atas perkiraan, seperti Intel dan Netflix.
“Berdasarkan apa yang telah kita lihat sejauh ini, gambaran besarnya masih tetap sama. Kami memperkirakan pertumbuhan laba akan meningkat menjadi 14%, dan karena itu kami menegaskan kembali rekomendasi kami sejak Desember: energi, bahan baku, Magnificent Seven, Bitcoin, dan Ethereum,” tulis Tom Lee, kepala riset di Fundstrat, seperti dikutip CNBC.
Selain laporan keuangan, perhatian pelaku pasar pekan ini juga tertuju pada Federal Reserve. Bank sentral AS dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan pertamanya tahun ini pada Rabu.
Meskipun The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan, Wall Street akan mencermati sinyal mengenai kapan para pejabat The Fed akan mulai memangkas suku bunga.
Baca Juga
Wall Street ‘Mixed’, Nasdaq dan S&P 500 Naik, tapi Dow Tergerus Hampir 300 Poin
Wall Street sendiri baru saja melewati pekan yang melemah, setelah meningkatnya ketegangan geopolitik yang membuat investor gelisah. Kekhawatiran mereda menjelang akhir pekan, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa sebuah “kerangka kerja” kesepakatan terkait Greenland telah dicapai. Meski demikian, indeks S&P 500 tetap mencatat penurunan sekitar 0,4% pekan lalu, menjadi penurunan mingguan kedua berturut-turut.

