Kolonel Pasukan Khusus Ukraina Diberitakan Jadi Pelaku Ledakan Nord Stream
JAKARTA, Investortrust.id - Seorang pejabat militer senior Ukraina dilaporkan telah memainkan peran kunci dalam sabotase pipa gas Nord Stream di Laut Baltik pada tahun lalu. Hal ini diungkapkan dalam hasil penyelidikan bersama yang dilakukan The Washington Post dan Der Spiegel, dan dipublikasikan pada Sabtu (11/11/2023).
Roman Chervinsky, seorang kolonel di Pasukan Operasi Khusus Ukraina, adalah "koordinator" dari operasi Nord Stream, demikian disampaikan oleh orang-orang yang familiar dengan perannya kepada dua surat kabar berbasis di Amerika Serikat dan Jerman, seperti dikutip Kyivpost.com.
Baca Juga
The Washington Post dan Der Spiegel menulis laporannya berbasis wawancara pejabat di Ukraina serta sejumlah sumber lainnya di Eropa, serta orang-orang yang mengetahui operasi tersebut, dengan syarat tak disebutkan identitasnya.
Chervinsky bertindak mengawasi persediaan logistik dan memimpin tim beranggotakan enam orang, dan menyewa kapal layar dengan identitas palsu. Berikutnya mereka menggunakan peralatan menyelam untuk menempatkan muatan peledak di pipa-pipa, demikian rincian dari Washington Post.
Chervinsky disebutkan tidak merencanakan operasi tersebut atau bertindak sendirian, ia menerima perintah dari pejabat Ukraina, demikian tulis The Washington Post.
Empat kebocoran gas besar terjadi pada dua pipa Nord Stream di lepas pantai pulau Denmark Bornholm pada akhir September 2022, dengan institut seismik mencatat dua ledakan di bawah air saat kejadian.
Baca Juga
Pipa-pipa tersebut telah menjadi pusat ketegangan geopolitik karena Rusia memotong pasokan gas ke Eropa yang dicurigai sebagai balasan terhadap sanksi Barat atas invasi Moskow ke Ukraina.
Bergantung pada sumbernya, tanggung jawab atas ledakan itu diatributkan kepada Ukraina, Rusia, atau Amerika Serikat, tetapi semua pihak telah membantahnya.
Melalui pengacaranya, Chervinsky membantah memiliki peran dalam sabotase pipa-pipa tersebut.
"Semua spekulasi tentang keterlibatan saya dalam serangan terhadap Nord Stream disebarkan oleh propaganda Rusia tanpa dasar yang jelas," kata Chervinsky dalam pernyataan tertulis kepada The Washington Post dan Der Spiegel.
Sebelumnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah berkali-kali membantah bahwa negaranya terlibat dalam ledakan pipa gas tersebut.
"Saya tidak akan pernah melakukan hal itu," katanya kepada harian Jerman Bild pada bulan Juni 2023 lalu, seraya menambahkan bahwa ia ingin melihat bukti-bukti yang bisa menegaskan keterlibatan Ukraina.
Menurut The Washington Post, operasi sabotase itu direncanakan tanpa sepengetahuan Zelensky.
The Washington Post dan Der Spiegel mengatakan mereka telah menghubungi pemerintah Ukraina untuk mendapatkan reaksi terhadap penyelidikan bersama mereka, namun belum mendapatkan tanggapan.
Chervinsky saat ini sedang menjalani sidang di Kyiv, dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaannya dalam upaya membuat seorang pilot Rusia membelot.
Dia mengklaim bahwa tuntutan terhadapnya adalah pembalasan politik atas kritiknya terhadap Zelensky, demikian dilaporkan media setempat.

