Usai Dilantik Jadi Walikota New York, Mamdani Langsung ‘Tancap Gas’
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Kerumunan massa, pesta jalanan sepanjang tujuh blok, serta pekikan “pajak orang kaya” di kota terkaya di dunia, menandai pelantikan publik Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York pada Kamis (01/1/2026) waktu setempat, saat kota metropolitan itu menyambut tahun baru dengan kepemimpinan baru.
Baca Juga
Trump dan Mamdani Berdamai di Gedung Putih: Dari Saling Hina Menjadi Mitra Kerja Sama
Pelantikan politik biasanya berlangsung formal dan kaku. Namun, seperti yang ia lakukan selama kampanye wali kota, Mamdani membalik pakem tersebut lewat rangkaian acara pengambilan sumpah jabatannya.
Pada babak pertama, tepat setelah tengah malam, ketika bola raksasa di Times Square turun menandai masuknya tahun 2026, Mamdani mengucapkan sumpah jabatan dalam sebuah upacara kecil di anak tangga stasiun bawah tanah Balai Kota New York yang ikonik.
Jaksa Agung Negara Bagian New York, Letitia James, memimpin pengambilan sumpah tersebut saat Mamdani berdiri di samping istrinya, Rama Duwaji, di sebuah tangga di dalam pusat transportasi yang sudah tidak digunakan untuk layanan penumpang sejak 1945. Ia menggunakan Al-Qur’an bersejarah yang dipinjam dari Perpustakaan Umum New York, serta satu Al-Qur’an lain milik kakeknya.
Perayaan publik berlangsung kemudian, pada Hari Tahun Baru, ketika Mamdani kembali mengucapkan sumpah jabatan di tangga Balai Kota di hadapan kerumunan massa yang meluber ke alun-alun sekitar hingga ke jalan-jalan. Meski cuaca sangat dingin, puluhan ribu pendukung memadati Lower Manhattan untuk menyaksikan wali kota baru — bersama Bendahara Kota Mark Levine dan Public Advocate Jumaane Williams — secara resmi memangku jabatan.
Tokoh-tokoh politik nasional, termasuk anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez dan Senator Bernie Sanders dari Vermont, berdiri mendampingi kepemimpinan baru kota itu dan menyampaikan pidato yang menguraikan ambisi pemerintahan gerakan progresif di New York serta gaung nasional dari kemenangan ini yang telah menggema ke para pembuat kebijakan di seluruh negeri.
“Pelajaran terpenting hari ini adalah ketika kaum pekerja bersatu, ketika mereka tidak membiarkan kaum ultra-kaya memecah-belah kita, tidak ada yang tidak bisa kita capai,” kata Sanders sebelum melantik Mamdani, seperti dilansir Al Jazeera.
Saat tamu undangan dan pers berkumpul di dalam kompleks Balai Kota, pemerintah kota menggelar pesta jalanan publik sepanjang tujuh blok — sebuah inovasi dari format pelantikan tradisional yang biasanya bertiket. Selain acara tertutup yang dibatasi hanya beberapa ribu orang, siapa pun yang bersedia mendaftar dan bertahan menghadapi udara dingin serta angin kencang pasca salju semalaman bisa mencoba peruntungan untuk masuk.
Banyak yang melakukannya. Warga New York yang berbalut pakaian tebal bergerak perlahan melewati pos pemeriksaan keamanan, berharap bisa menyaksikan pengambilan sumpah seorang sosialis demokrat berusia 34 tahun yang kini memimpin kota terbesar di Amerika Serikat, dengan siaran langsung ditampilkan di layar-layar besar di sekitar Balai Kota.
Sejumlah pendukung mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka mengantre selama berjam-jam, dan banyak yang tidak sempat melewati pemeriksaan tepat waktu. Sementara sorak-sorai dan bunyi klakson terdengar dari kejauhan sebagai bentuk solidaritas, segelintir demonstran terlihat bertahan di balik barikade polisi.
Pesta jalanan itu sendiri bersifat simbolis dalam upaya menjangkau lebih banyak warga New York yang selama ini kerap tersisih dari proses politik, kata ahli strategi Partai Demokrat Nomiki Konst kepada Al Jazeera.
“Itu adalah cara membuka sesuatu yang selama ini tidak dapat diakses oleh siapa pun yang bukan bagian dari lingkaran dalam politik dan media New York,” ujar Konst. “Ini adalah kesempatan untuk memberi kembali kepada orang-orang yang membantunya masuk ke jabatan ini.”
Pesan Persatuan
Mamdani, Williams, dan Levine berbicara tentang persatuan bagi seluruh warga New York, menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris, Spanyol, Ibrani, dan Yunani, serta tampil bersama para pemuka agama dari berbagai keyakinan, termasuk Islam, Kristen, dan Yahudi.
Baca Juga
“Kita memiliki tiga pengambilan sumpah. Satu oleh pemimpin dengan Al-Qur’an, satu dengan Alkitab Kristen, dan satu dengan Kitab Ibrani. Saya bangga tinggal di kota di mana hal ini dimungkinkan,” kata Levine setelah mengucapkan sumpah jabatan.
Mamdani menggemakan sentimen tersebut. “Kami akan mendekatkan kota ini. Kami akan menggantikan dinginnya individualisme keras dengan kehangatan kolektivisme. Jika kampanye kami menunjukkan bahwa warga New York merindukan solidaritas, maka biarlah pemerintahan ini memupuknya,” ujar Mamdani dalam pidatonya. “Kami tidak akan memberikan kurang dari itu saat kami bekerja setiap hari untuk membuat kota ini menjadi milik lebih banyak warganya dibandingkan hari sebelumnya,” tambahnya.
Namun pesan inti, yang disuarakan berulang kali oleh Mamdani, Levine, Williams, Sanders, dan Ocasio-Cortez, tetap sama seperti selama kampanye: kaum ultra-kaya harus membayar pajak lebih tinggi. “Menuntut agar orang kaya dan perusahaan besar mulai membayar bagian pajak mereka secara adil bukanlah hal radikal. Itu adalah hal yang sepenuhnya benar,” kata Sanders, disambut teriakan pendukung, “Pajak orang kaya.”
Salah satu janji utama Mamdani adalah menaikkan tarif pajak korporasi di New York City dari 7,25% menjadi 11,5%, setara dengan negara bagian tetangga New Jersey, serta menaikkan pajak sebesar 2% bagi mereka yang berpenghasilan lebih dari US$1 juta per tahun. Setiap rencana pajak harus mendapatkan persetujuan gubernur untuk dapat dijalankan.
“Gerakan ini lahir dari delapan setengah juta ‘di suatu tempat’ — depo taksi dan gudang Amazon, pertemuan DSA [Democratic Socialists of America] dan permainan domino di pinggir jalan. Para penguasa telah lama berpaling dari tempat-tempat ini — jika mereka tahu pun — sehingga menganggapnya sebagai ‘tak ada di mana-mana’. Namun di kota kami, di mana setiap sudut dari lima borough menyimpan kekuatan, tidak ada ‘tak ada di mana-mana’ dan tidak ada ‘tak ada siapa-siapa’,” kata Mamdani.
Kebijakan perumahan menjadi pusat pesan keterjangkauan tersebut. Salah satu janji kampanye khas Mamdani adalah membekukan sewa apartemen dengan sistem rent-stabilised, yang mencakup sekitar separuh dari stok hunian sewa kota.
“Mereka yang tinggal di rumah sewa dengan pengendalian sewa tidak perlu lagi cemas menghadapi kenaikan sewa terbaru — karena kami akan membekukan sewa,” janji Mamdani.
Hanya beberapa jam kemudian, Mamdani memperkenalkan serangkaian perintah eksekutif yang seluruhnya berfokus pada perumahan. “Pada hari pertama pemerintahan baru ini, pada hari ketika begitu banyak pembayaran sewa jatuh tempo, kami tidak akan menunggu untuk bertindak,” kata Mamdani dalam konferensi pers.
Ia mengumumkan tiga perintah eksekutif dari dalam sebuah gedung hunian dengan sewa terkendali di Brooklyn, termasuk pembentukan dua satuan tugas baru terkait kebijakan perumahan: satu untuk mendata lahan milik kota yang dapat digunakan untuk perumahan, dan satu lagi untuk mengidentifikasi cara mendorong pembangunan.
“Krisis perumahan berada di pusat krisis keterjangkauan kami. Ada sejumlah hal yang akan menjadi fokus kami: melindungi penyewa, menindak tuan tanah nakal, dan membangun lebih banyak hunian. Bagian besar dari jalan keluar krisis perumahan adalah membangun lebih banyak perumahan terjangkau di seluruh kota,” ujar Wakil Wali Kota Bidang Perumahan dan Perencanaan, Leila Bozorg, kepada Al Jazeera di tangga Balai Kota, beberapa jam sebelum pengumuman kebijakan baru.
“Ini adalah keputusan kebijakan yang bisa kami atasi jika ada kemauan politik dan sumber daya yang mendukungnya. Dan itulah yang [Mamdani] berkomitmen untuk lakukan,” jelasnya.

