Penjagaan Ketat dan Pesan Perdamaian Warnai Pergantian Tahun di Sydney Pasca Serangan Bondi
Poin Penting
|
SYDNEY, investortrust.id - Masyarakat Sydney berkumpul di kawasan Harbour Bridge untuk menyaksikan pertunjukan kembang api dalam menyambut Tahun Baru 2026. Pada momen kali ini, Sydney mengirim pesan perdamaian setelah terjadi peristiwa tragis sekitar dua pekan lalu, yaitu penembakan massal di Bondi Beach.
Baca Juga
Penembakan Massal di Pantai Bondi Sydney, Korban Tewas Bertambah Jadi 16
Kata peace (damai) dan unity (persatuan) diproyeksikan ke Sydney Harbour Bridge, sementara ribuan polisi bersenjata berat berpatroli di jalan-jalan—sebuah pemandangan yang jarang dan mencolok di Australia—sebagai bagian dari langkah pengamanan yang diperketat.
Kepolisian New South Wales (NSW) mengatakan lebih dari 2.500 petugas dikerahkan di seluruh kota, dan sebagian di antaranya diberi wewenang membawa senjata kelas berat.
Serangan pada 14 Desember tersebut menargetkan komunitas Yahudi Australia dan menewaskan 15 orang dalam sebuah festival Hanukkah. .
Sydney Harbour Bridge diterangi cahaya putih sebagai simbol perdamaian, dan sebuah menorah Yahudi diproyeksikan ke pilar-pilar jembatan sebagai bentuk solidaritas dengan komunitas Yahudi.
Perayaan resmi malam Tahun Baru dihentikan pada pukul 23.00 waktu setempat (12.00 GMT) untuk mengheningkan cipta selama satu menit guna mengenang para korban serangan tersebut.
Baca Juga
Sambut Tahun Baru 2026 di Lokasi Bencana, Prabowo Ajak Warga Berdoa Bersama
Gambar-gambar dari Sydney Harbour—tempat ribuan orang berkumpul setiap tahun untuk menyaksikan pertunjukan kembang api—memperlihatkan petugas keamanan berpatroli di tengah kerumunan dengan senjata laras panjang.
Menjelang acara, Pemimpin Negara Bagian NSW Chris Minns memperingatkan bahwa sebagian orang mungkin merasa pemandangan tersebut “mengganggu”, dengan polisi “membawa senjata api dan perlengkapan yang belum pernah Anda lihat sebelumnya”.
“Kami ingin masyarakat merasa aman di komunitas kami,” ujarnya.
Wisatawan asal Inggris, Joe dan Lucy, mengatakan kehadiran polisi dalam jumlah besar justru membuat mereka merasa lebih tenang.
Pasangan tersebut—yang sengaja mengatur perjalanan mereka ke Australia bertepatan dengan perayaan kembang api—berada di Melbourne saat penembakan terjadi.
“Kami sempat khawatir untuk datang ke perayaan Tahun Baru,” kata Joe kepada BBC, seraya menambahkan, “tetapi kami membaca berita belakangan ini… tentang semakin banyak polisi yang akan dikerahkan, sehingga terasa lebih aman”.
Secara terpisah, Minns mengimbau warga Sydney agar tidak membiarkan “peristiwa kriminal teroris yang mengerikan” di Bondi mengubah cara hidup mereka, seraya mengajak masyarakat untuk “menunjukkan perlawanan” dan tetap merayakan Tahun Baru.
Sentimen tersebut juga digaungkan oleh sejumlah penonton.
Di tengah kerumunan di Observatory Hill, Barangaroo—salah satu lokasi terdekat dengan Sydney Harbour Bridge—terdapat Hélène asal Belgia. “Orang-orang tidak boleh hidup dalam ketakutan setelah serangan tersebut,” katanya kepada BBC.
Beberapa jam sebelum hitung mundur pergantian tahun, ratusan ribu orang berbondong-bondong menuju pelabuhan, dengan banyak area tontonan resmi sudah penuh sejak sore hari.
Di perairan pelabuhan, perahu-perahu layar tampak berlabuh—salah satu lokasi terbaik untuk menyaksikan kembang api tengah malam.
Perayaan Sydney—dengan pertunjukan kembang api ikoniknya—menjadi pembuka rangkaian perayaan global, dari Dubai hingga London dan New York.

