Beijing Sambut ‘Tahun Kuda’ 2026 dengan Genderang dan Cahaya di Tembok Besar
Poin Penting
|
Pemerintah Kota Beijing menyambut pergantian tahun 2026 dengan perayaan bernuansa sejarah dan budaya di salah satu ikon peradaban China, yaitu tembok besar bagian Juyongguan. Berlokasi di pinggiran ibu kota, kawasan ini dipilih sebagai pusat perayaan hitung mundur Tahun Baru, menandai perpaduan antara tradisi, simbol negara, dan komitmen keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga
Pesan Tahun Baru Putin–Xi: Pertegas Poros Strategis Rusia–China
Juyongguan dikenal sebagai salah satu gerbang pertahanan terpenting menuju Beijing pada era Dinasti Ming, sekaligus terkenal dengan lanskap lembah sempit yang dramatis. Dalam perayaan kali ini, pemerintah kota mengusung tema “Dentang Lonceng dan Tabuhan Genderang: Beijing Memulai Perjalanan Gemilang”, yang memadukan ritual pemukulan lonceng raksasa di Kuil Dazhong dengan pertunjukan Tabuhan Genderang Penyemangat di Tembok Besar Juyongguan secara serentak.
Acara puncak berlangsung tepat pada 31 Desember 2025 pukul 23.59 waktu setempat, dari sebuah panggung megah yang dibangun di depan gerbang Juyongguan, seperti dilansir Antara. Ratusan penabuh genderang raksasa tampil bersama sekitar 500 warga yang tetap antusias menyambut tahun baru, meski suhu udara mencapai minus 10 derajat Celsius.
Begitu tahun 2026 tiba, pertunjukan drum megah dimulai, berpadu dengan permainan cahaya bertema “Tahun Kuda”—simbol kalender China untuk 2026. Dentuman genderang mengiringi lagu-lagu patriotik dan populer, antara lain “Wǒ Ài Nǐ Zhōngguó” (Saya Cinta China) serta “Suí Tā Ba”, adaptasi dari lagu Let It Go yang dikenal sebagai soundtrack film animasi Frozen. Selama sekitar 20 menit, pertunjukan cahaya yang diproyeksikan langsung ke tembok gerbang Juyongguan menjadi suguhan visual yang memikat.
Berbeda dari perayaan di banyak kota dunia, tidak ada kembang api dalam pergantian tahun di Beijing. Sejak 1 Desember 2017, ibu kota China memberlakukan Beijing Fireworks and Firecrackers Safety Management Regulations, yang melarang keras penggunaan kembang api di dalam wilayah Jalan Lingkar Kelima. Di luar kawasan tersebut, penggunaan kembang api pun dibatasi ketat dengan mempertimbangkan aspek keamanan publik dan lingkungan.
Kebijakan ini sejalan dengan komitmen pemerintah China untuk menyelenggarakan kegiatan yang lebih ramah lingkungan. Otoritas setempat telah menutup perusahaan-perusahaan pencemar, meningkatkan konsumsi energi bersih, dan memperbaiki kualitas udara di kawasan Beijing–Tianjin–Hebei yang selama ini rentan terhadap kabut asap.
Perayaan di Tembok Besar Juyongguan berlangsung serentak dengan berbagai acara di lokasi ikonik lain di Beijing, seperti pusat perbelanjaan Solana di Distrik Chaoyang, Bloomage Live·Wukesong di Distrik Haidian, kota Wanping di Distrik Fengtai, kawasan Shougang di Distrik Shijingshan, Huiju (LIVAT Beijing) di Distrik Daxing, kompleks Wanli di Tongzhou, hingga Kota Air Gubei di Distrik Miyun. Seluruh lokasi ini terhubung melalui sambungan video, memungkinkan para pembawa acara saling bertukar ucapan Tahun Baru dengan pertunjukan berbeda di masing-masing tempat.
Baca Juga
UEA Gelar Perayaan Tahun Baru 2026 Spektakuler, Kembang Api dan Drone Bidik Rekor Dunia
Perayaan Tahun Baru kalender Gregorian di Beijing pertama kali digelar pada 31 Desember 2011 di kawasan Temple of Heaven. Sejak itu, tradisi hitung mundur terus berpindah dari satu lokasi ikonik ke lokasi lainnya, mulai dari Summer Palace, Tembok Besar Badaling, Olympic Park, hingga Shougang Park.
Juyongguan pun mencatat sejarah sebagai lokasi pertama perayaan Tahun Baru Beijing pada 2026, menegaskan peran simbolik Tembok Besar dalam perjalanan modern ibu kota China.

