Di Tengah Tekanan Global, Rusia Klaim Ekonomi Tumbuh Jauh Lebih Cepat dari Zona Euro
Poin Penting
|
MOSKOW, investortrust.id - Pemerintah Rusia mengeklaim perekonomian negaranya mencatat kinerja yang jauh lebih kuat dibandingkan zona euro dalam tiga tahun terakhir. Ini menjadi sebuah narasi yang sekaligus mencerminkan dinamika ekonomi global yang kian terfragmentasi akibat perang, sanksi, dan rivalitas geopolitik.
Baca Juga
Rusia Resmi Akhiri Perjanjian Kerja Sama Militer dengan Beberapa Negara Eropa
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan ekonomi Rusia tumbuh kumulatif 9,7% dalam periode tiga tahun terakhir, atau sekitar tiga kali lipat lebih cepat dibandingkan zona euro yang hanya mencatat pertumbuhan 3,1% dalam periode yang sama.
“Jika kita melihat keseluruhan periode tiga tahun, tingkat pertumbuhannya mencapai 9,7 persen. Pada 2023–2024, kita mencatat tingkat pertumbuhan PDB yang sangat tinggi, di atas 4 persen,” beber Novak kepada stasiun televisi Rossiya 24, Kamis (25/12/2025), dikutip dari Antara.
Ia menegaskan perbandingan tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Rusia di tengah tekanan berat. “Sebagai perbandingan, zona euro hanya mencatat pertumbuhan sekitar 3,1 persen. Artinya, ekonomi Rusia tumbuh tiga kali lebih cepat,” katanya.
Narasi pertumbuhan ini disampaikan Moskow di tengah perlambatan ekonomi Eropa, yang masih bergulat dengan dampak krisis energi pascaperang Ukraina, pengetatan moneter agresif Bank Sentral Eropa, serta lemahnya permintaan industri di Jerman dan negara-negara inti zona euro lainnya.
Menurut Novak, perekonomian Rusia tetap resilien meskipun menghadapi ketidakpastian global, perang dagang, serta rezim sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Amerika Serikat dan Uni Eropa. Rusia dalam beberapa tahun terakhir mengalihkan orientasi perdagangannya ke Asia, Timur Tengah, dan negara-negara Global South, sekaligus meningkatkan belanja negara, khususnya di sektor pertahanan dan industri strategis.
Namun, gambaran tersebut kontras dengan kondisi ekonomi global yang lebih luas. Amerika Serikat, meskipun mencatat pertumbuhan yang relatif solid, masih menghadapi inflasi yang belum sepenuhnya jinak dan ketidakpastian arah suku bunga The Federal Reserve. Sementara itu, zona euro berada di persimpangan antara stagnasi ekonomi dan kebutuhan menjaga stabilitas harga, dengan ruang kebijakan fiskal yang semakin terbatas.
Baca Juga
Perundingan Damai Ukraina–Rusia Alami Kemajuan, Ini Hambatan yang Masih Mengganjal
Novak menambahkan bahwa dalam sembilan bulan pertama tahun ini, pertumbuhan PDB Rusia tercatat sekitar 1%, sejalan dengan proyeksi Kementerian Pembangunan Ekonomi. Angka ini menunjukkan moderasi dibandingkan lonjakan tahun sebelumnya, namun tetap digunakan pemerintah sebagai bukti stabilitas ekonomi di tengah tekanan eksternal.
Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyoroti perbandingan pertumbuhan 9,7% Rusia versus 3,1% zona euro dalam pernyataannya pekan lalu, menegaskan kembali klaim bahwa strategi ekonomi Rusia mampu bertahan bahkan ketika hubungan ekonomi dengan Barat berada pada titik terendah sejak Perang Dingin.

