Trump - Xi Berbicara via Telepon, Ini yang Dibahas
Poin Penting
- Trump dan Xi melakukan panggilan telepon pada Senin pagi; kedua pihak tidak merinci alasan penjadwalan panggilan tersebut.
- Pembahasan mencakup Ukraina–Rusia, fentanyl, perdagangan pertanian AS, serta implementasi kesepakatan yang dicapai pada pertemuan sebelumnya di Busan.
- AS berjanji menurunkan tarif barang Tiongkok, sementara Beijing menghentikan kontrol ekspor baru atas mineral tanah jarang.
- Kedua pemimpin sepakat melakukan pertemuan langsung: pertama di Beijing pada April, kemudian kunjungan kenegaraan Xi ke AS.
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Donald Trump berbicara melalui telepon dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Senin pagi (24/11/2025) waktu setempat.
Detail panggilan—alasan penjadwalan maupun siapa yang memintanya—belum jelas. Gedung Putih tidak memberikan rincian mengenai topik pembahasan, tetapi Trump kemudian mengonfirmasi panggilan itu lewat Truth Social. Pembicaraan itu dikonfirmasi oleh seorang pejabat Gedung Putih kepada CNBC.
Baca Juga
Trump Turunkan Tarif China Jadi 47% Usai Pertemuan dengan Xi di Busan
“Kami membahas banyak topik termasuk Ukraina/Rusia, fentanyl, kedelai, dan produk pertanian lainnya. Kami telah membuat kesepakatan penting untuk para petani hebat kita—dan ini akan semakin baik,” tulis Trump. “Hubungan kita dengan Tiongkok sangat kuat!”
Trump juga menyebut bahwa kedua pemimpin sepakat melakukan pertemuan langsung secara bergantian. Pertemuan pertama akan digelar di Beijing pada April, disusul kunjungan kenegaraan ke AS akhir tahun.
“Kami sepakat bahwa komunikasi yang sering itu penting, dan saya menantikannya,” tulis Trump.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Tiongkok dalam pernyataan menyebut bahwa kedua pihak sedang mengimplementasikan seluruh elemen kesepakatan yang dicapai ketika Trump dan Xi bertemu di Busan, Korea Selatan, bulan lalu.
Kesepakatan tersebut mencakup penurunan tarif barang Tiongkok oleh AS dan penghentian rencana kontrol ekspor baru mineral tanah jarang oleh Beijing—langkah yang meredakan ketegangan perang dagang.
“Hubungan Tiongkok–AS telah mempertahankan jalur yang stabil dan positif” sejak pertemuan Busan, menurut pernyataan yang diterjemahkan NBC News.
Trump dan Xi juga membahas Ukraina, yang saat ini tengah bernegosiasi dengan AS mengenai rencana damai yang ingin disepakati Trump sebelum Thanksgiving.
Xi “menegaskan dukungan Tiongkok terhadap semua upaya yang kondusif bagi perdamaian,” menurut pernyataan Beijing.
Xi kembali menegaskan posisi Tiongkok bahwa Taiwan harus “kembali ke Tiongkok.”
Menurut Kementerian Luar Negeri, Trump mengatakan bahwa AS “mengerti betapa pentingnya isu Taiwan bagi Tiongkok,” dan bahkan menyebut Xi sebagai “pemimpin hebat” dalam panggilan tersebut.

