Yield Obligasi AS Tergelincir Setelah Serangkaian Rilis Data Ekonomi
NEW YORK, Investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS turun pada akhir pekan, Jumat waktu AS.
Baca Juga
Laporan Harga Produsen di Atas Perkiraan, Imbal hasil Treasury 10-tahun Melonjak
Investor mencerna data ekonomi baru dan menilai bagaimana data tersebut dapat berdampak pada langkah kebijakan moneter Federal Reserve.
Mengutip CNBC, pada 16:05. ET, imbal hasil Treasury 10-tahun turun lebih dari 6 basis poin menjadi 4,188%. Imbal hasil Treasury 2 tahun terakhir turun hampir 11 basis poin menjadi 4,538%.
Pembacaan sentimen konsumen bulan Februari, yang dirilis Jumat, meleset dari ekspektasi karena ekspektasi inflasi meningkat. Indeks sentimen Universitas Michigan berada di 76,9, di bawah perkiraan Dow Jones sebesar 79,6. Angka ini juga lebih rendah dari angka bulan Januari sebesar 79.
Hal ini terjadi setelah laporan indeks pengeluaran konsumsi pribadi pada hari Kamis. Laporan PCE, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed, sejalan dengan ekspektasi pada hari Kamis. PCE utama meningkat sebesar 0,3% secara bulanan dan 2,4% secara tahunan di bulan Januari, sementara PCE inti – yang tidak mencakup harga pangan dan energi – naik sebesar 0,4% pada bulan tersebut dan 2,8% dari tahun sebelumnya.
Angka tahunan tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan angka bulan Desember, namun masih berada di atas kisaran target The Fed sebesar 2%. Data PCE keluar setelah laporan indeks harga konsumen dan produsen untuk bulan Januari, yang lebih tinggi dari perkiraan.
Para pejabat The Fed dalam beberapa pekan terakhir menyatakan kehati-hatian mengenai pemotongan suku bunga yang terlalu cepat. Data-data yang ada akan menjadi informasi dalam pengambilan keputusan mereka. Beberapa pembicara telah mengindikasikan penurunan suku bunga tahun ini, namun tak banyak petunjuk mengenai jangka waktunya.
Baca Juga
Imbal Hasil Treasury 10-tahun Terkoreksi setelah Penjualan Ritel AS Turun Tajam

