Sinyal Akhir ‘Shutdown’ Dorong Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS
Poin Penting
- Imbal hasil Treasury 10 tahun turun ke 3,96%, di bawah ambang 4%.
- Investor optimistis penutupan pemerintahan AS segera berakhir pekan ini.
- Rilis indeks harga konsumen Jumat akan jadi acuan jelang keputusan suku bunga The Fed.
- Trump isyaratkan peluang kesepakatan dagang adil dengan Xi Jinping akhir bulan ini.
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS turun pada Selasa (21/10/2025), dengan imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun semakin menjauh dari ambang 4%. Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya optimisme investor terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri penutupan sebagian pemerintahan AS yang masih berlangsung.
Baca Juga
Yield Treasury AS 10-Tahun Turun di Bawah 4% di Tengah Kekhawatiran Dampak ‘Shutdown’
Imbal hasil acuan Treasury 10 tahun turun lebih dari 2 basis poin menjadi 3,961%. Imbal hasil obligasi Treasury 2 tahun turun kurang dari 1 basis poin menjadi 3,457%, sementara obligasi 30 tahun turun lebih dari 3 basis poin menjadi 4,546%.
Investor terus memantau perkembangan penutupan tersebut setelah Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, mengatakan bahwa penutupan “kemungkinan akan berakhir dalam minggu ini,” dan pemerintahan Trump siap mengambil langkah tegas untuk memaksa berakhirnya kebuntuan jika kesepakatan tidak tercapai.
Hasset mengisyaratkan adanya peluang bahwa minggu ini semuanya akan menemukan titik terang. “Demokrat moderat akan melangkah maju dan membuka kembali pemerintahan, dan setelah itu kami dapat bernegosiasi mengenai kebijakan apa pun yang ingin mereka bahas dengan mekanisme normal,” urainya pada siaran di CNBC, Senin.
Baca Juga
Penutupan pemerintahan telah menyebabkan terhentinya publikasi sejumlah data ekonomi. Namun, indeks harga konsumen akan dirilis pada Jumat setelah sempat ditunda, dan data tersebut akan menjadi indikator penting untuk mengukur tingkat inflasi menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve pekan depan.
Baca Juga
Tensi Ketegangan AS-China Menurun, Trump-Xi Akan Bertemu di Korea Selatan
Sementara itu, kekhawatiran terhadap meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China mereda setelah Presiden Donald Trump pada Senin mengatakan ia berharap dapat mencapai kesepakatan yang adil dengan Beijing usai pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping akhir bulan ini di Korea Selatan.

