Stephen Miran: Ketidakpastian dari China Dorong The Fed Bertindak Lebih Agresif
Poin Penting
- Gubernur The Fed Stephen Miran menilai kebuntuan dagang AS–China menambah risiko ekonomi dan mendesak pemangkasan suku bunga segera.
- Keputusan China membatasi ekspor mineral tanah jarang memicu ancaman tarif 100% dari Donald Trump.
- Miran menyerukan pemotongan tambahan sebesar 1,25 poin persentase di atas penurunan yang sudah dilakukan pada September.
- Ia menilai kebijakan moneter AS masih terlalu ketat dan perlu segera dilonggarkan agar ekonomi tidak rentan terhadap guncangan baru.
WASHINGTON, investortrust.id - Gubernur Federal Reserve Stephen Miran mengatakan bahwa kebuntuan terbaru dalam pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan China menimbulkan ancaman baru terhadap prospek ekonomi dan semakin memperkuat alasan untuk segera memangkas suku bunga.
Baca Juga
Trump Pilih Penasihat Ekonomi Stephen Miran sebagai Pengganti Kugler di The Fed
Berbicara dalam forum “Invest in America” yang diselenggarakan CNBC di Washington, D.C., pejabat bank sentral itu menyoroti ancaman dari keputusan China untuk membatasi akses terhadap bahan mineral tanah jarang, yang sebelumnya telah memicu ancaman dari Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif 100% terhadap impor dari China.
Miran mengatakan bahwa perselisihan tersebut meningkatkan ketidakpastian di tahun yang sudah penuh gejolak.
“Saya sebelumnya berasumsi bahwa ketidakpastian telah mereda, dan karena itu saya merasa lebih optimistis terhadap sebagian aspek prospek pertumbuhan. Sekarang, tampaknya hal ini kembali karena pihak China menarik diri dari kesepakatan yang sudah dibuat. Jadi, menurut saya, penting bagi kami sebagai pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan munculnya risiko ekstrem baru," urainya kepada CNBC
Dari sudut pandang kebijakan, Miran mengatakan bahwa situasi ini semakin meyakinkannya bahwa The Fed perlu bertindak agresif dalam menurunkan suku bunga.
Baca Juga
Risalah FOMC: Mayoritas Anggota The Fed Dukung Dua Kali Pemotongan Lagi hingga Akhir 2025
Selama masa jabatannya di The Fed yang baru dimulai sebulan lalu — dan akan berakhir pada Januari — Miran telah menyerukan pemangkasan tambahan sebesar 1,25 poin persentase di atas penurunan seperempat poin yang sudah disetujui oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada September.
“Sejauh yang saya pahami, kebijakan saat ini masih sangat ketat, dan itu membuat kita rentan terhadap guncangan. Jika ekonomi terkena guncangan ketika kebijakan masih sangat ketat, responsnya akan berbeda dibandingkan jika kebijakan tidak seketat itu,” ujarnya. “Saya pikir sekarang ini bahkan lebih penting daripada seminggu lalu untuk bergerak cepat menuju sikap yang lebih netral.”
FOMC kembali mengadakan pertemuan pada 28–29 Oktober mendatang, dan secara luas diperkirakan akan menyetujui pemangkasan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin. Miran memiliki hak suara sebagai gubernur.

