Wall Street Tergelincir Setelah Rekor, Investor Cermati Penutupan Pemerintah AS
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada Kamis waktu AS atau Jumat (10/10/2025) WIB. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite turun dari rekor tertinggi intraday terbaru, dengan kedua indeks mengambil jeda dari kenaikan sesi sebelumnya.
Indeks pasar luas turun 0,28% menjadi 6.735,11 pada penutupan, sedangkan indeks yang sarat saham teknologi turun 0,08% menjadi 23.024,63. Pada level tertingginya hari itu, S&P 500 sempat naik 0,2%, dan Nasdaq naik 0,1%. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 243,36 poin, atau 0,52%, untuk ditutup di 46.358,42.
Pelaku pasar terus mencermati perkembangan politik dan ekonomi AS di tengah kebuntuan perundingan di Senat terkait penutupan pemerintahan federal. Hingga kini, ‘shutdown’ sudah memasuki hari kesembilan.
Baca Juga
Sektor IT Dongkrak Wall Street, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi Baru
Baik S&P 500 maupun Nasdaq sebelumnya mencatat sesi rekor pada Rabu, dengan S&P membukukan hari kemenangan kedelapan dari sembilan sesi terakhir dan Nasdaq untuk pertama kalinya menembus level 23.000.
Saham-saham unggulan jatuh pada Rabu yang membuat Dow berakhir sedikit di bawah level datar. Namun, Dow terbantu oleh kenaikan saham Nvidia, yang melonjak lebih dari 2% pada hari perdagangan sebelumnya. CEO Jensen Huang dalam wawancara dengan CNBC menyabutkan bahwa permintaan komputasi telah “meningkat secara substansial” tahun ini.
“Jelas pasar telah mengalami lonjakan tak kenal lelah sejak kejatuhan April yang terus menunjukkan tanda-tanda bahwa sebagian orang percaya valuasi saham sudah terlalu tinggi,” beber David Wagner, kepala ekuitas di Aptus Capital Advisors, seperti dikutip CNBC.
Perusahaan perangkat lunak Oracle menjadi titik terang pada Kamis, bersama dengan Nvidia yang juga mencapai rekor tertinggi baru. Keduanya naik masing-masing 3% dan hampir 2%. Sebelumnya di awal minggu, kedua saham tersebut sempat merosot setelah laporan menyebutkan bisnis cloud Oracle menghadapi margin yang lebih tipis karena kesulitan menyewakan chip Nvidia.
“Pasar sedang mencoba membedah atau memahami kemitraan mana yang akan menghasilkan pengembalian modal terbaik, dan Anda melihat rotasi di antara pemain-pemain yang tampaknya memiliki tema sirkularitas itu,” tambah Wagner.
Cermati Dampak 'Shutdown'
Investor mengamati perkembangan terbaru dalam penutupan pemerintahan yang saat ini memasuki hari kesembilan pada Kamis. Senat gagal untuk ketujuh kalinya meloloskan dua proposal pendanaan yang bersaing, dengan sedikit tanda bahwa Partai Republik dan Demokrat membuat kemajuan dalam negosiasi. Pelaku Wall Street memantau apakah penghentian ini akan memukul ekonomi AS, dan beberapa dampaknya mungkin sudah mulai terlihat.
Pada Rabu, IRS (Internal Revenue Service) mengatakan akan merumahkan hampir separuh tenaga kerjanya akibat penutupan tersebut. Selain itu, kekurangan pengatur lalu lintas udara membuat Administrasi Penerbangan Federal (FAA) menunda penerbangan AS.
Baca Juga
‘Shutdown’ Pemerintah AS, 750 Ribu Pegawai Terancam Tanpa Gaji
CEO Delta Air Lines Ed Bastian mengatakan kepada CNBC pada Kamis bahwa meski ia belum melihat “dampak apa pun” dari penutupan itu, “beberapa dampak” bisa mulai muncul “jika hal ini tidak terselesaikan dalam sekitar 10 hari ke depan.” Saham Delta menjadi salah satu pemenang pada sesi Kamis, melonjak 4% berkat laba yang lebih baik dari perkiraan.
Costco juga menjadi saham yang naik hari itu, dengan lonjakan 3% setelah pengecer besar itu melaporkan data penjualan September yang solid. Tom Hainlin dari U.S. Bank Asset Management percaya laporan Delta dan Costco menjadi bukti konsumen yang tetap tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi makro.
“Anda bisa melihat secara langsung apakah ada titik balik dalam perilaku konsumen, dan sejauh ini kami belum melihatnya,” kata Hainlin, ahli strategi investasi nasional perusahaan itu kepada CNBC.

